Terungkap! Modus Penipuan BLT Kesra di Facebook, Gunakan Gambar AI untuk Menjebak Korban

Terungkap! Modus Penipuan BLT Kesra di Facebook, Gunakan Gambar AI untuk Menjebak Korban

Cek Fakta: Info BLT Kesra 2026 yang Beredar di Facebook Ternyata Palsu---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Beredar luas di media sosial sebuah postingan Facebook yang mengklaim adanya distribusi Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) pada April 2026.

Dalam unggahan tersebut, pengguna diminta meninggalkan komentar untuk mendapatkan informasi cara pendaftaran bantuan.

Akan tetapi ternyata informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Berdasarkan penelusuran dari Kompas.com, unggahan tersebut merupakan bentuk penipuan digital yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Modus yang digunakan bertujuan untuk menarik interaksi sekaligus mengumpulkan data pribadi pengguna.

BACA JUGA:Apa Benar BLT Kesra 2026 Resmi Dihentikan? Ini Update Terbaru dan Daftar Bansos Penggantinya

Gambar Presiden Prabowo Diduga Hasil Manipulasi AI

Postingan tersebut juga menyertakan gambar Prabowo Subianto yang terlihat sedang duduk sambil memegang dokumen dan berbicara di depan mikrofon. Sekilas, gambar itu tampak meyakinkan.

Namun setelah dilakukan pengecekan menggunakan Hive Moderation, terungkap bahwa foto tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan tingkat probabilitas mencapai 99,9 persen.

Temuan ini memperkuat indikasi bahwa konten tersebut sengaja dibuat untuk menipu publik.

BACA JUGA:Cara Cek BLT Kesra 2025 Rp 900 Ribu Lewat HP, Mudah dan Praktis Tanpa ke Kantor Desa

BLT Kesra Tidak Berlaku di Tahun 2026

Perlu diketahui, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan adanya perpanjangan program BLT Kesra untuk tahun 2026.

Program ini sebelumnya hanya dirancang sebagai bantuan tambahan yang berlaku pada tahun 2025.

Mengacu pada informasi resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia pada 17 Oktober 2025, BLT Kesra merupakan bagian dari Paket Ekonomi 2025 yang bertujuan mendukung daya beli masyarakat serta penyerapan tenaga kerja.

Program ini ditujukan khusus bagi masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya