Nike PHK 1.400 Karyawan Global, Divisi Teknologi Jadi Sasaran Utama Strategi “Win Now”
Nike-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Raksasa apparel olahraga dunia, Nike, kembali mengambil langkah besar dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.400 karyawan di seluruh dunia. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan yang diberi nama “Win Now”.
Langkah efisiensi ini disebut mayoritas menyasar divisi teknologi, seiring upaya perusahaan merombak struktur internal agar lebih adaptif terhadap perubahan industri yang semakin cepat.
Fokus Transformasi dan Efisiensi
Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy, menjelaskan bahwa PHK ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing perusahaan. Program “Win Now” sendiri mencakup berbagai pembaruan, mulai dari modernisasi manufaktur sepatu Air hingga integrasi rantai pasok.
“Perubahan ini akan menghasilkan pengurangan sekitar 1.400 posisi dalam operasi global, dengan mayoritas di teknologi,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga akan memindahkan sebagian operasi Converse Footwear dan menyederhanakan proses produksi agar lebih efisien.
Dampak Global dan Karyawan Terdampak
PHK ini terjadi di berbagai wilayah utama seperti Amerika Utara, Asia, hingga Eropa. Meski terdengar besar, jumlah tersebut sebenarnya kurang dari 2% total tenaga kerja global Nike.
BACA JUGA:Honor 600 & 600 Pro Resmi Meluncur, HP ‘Rasa iPhone’ dengan Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh
Namun demikian, dampaknya tetap signifikan bagi karyawan yang terdampak maupun tim yang masih bertahan. Pemberitahuan kepada karyawan mulai disampaikan sejak 23 April 2026.
Upaya Pemulihan Kinerja Perusahaan
Di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill, Nike tengah berupaya mengembalikan performa bisnis yang sempat melemah dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun sudah ada tanda-tanda perbaikan, tantangan masih cukup besar.
Salah satu tekanan utama datang dari pasar China yang diprediksi mengalami penurunan hingga 20% pada kuartal berjalan. Hal ini turut memengaruhi proyeksi penjualan global perusahaan.
Bukan PHK Pertama
Langkah ini bukan pertama kali dilakukan Nike. Sebelumnya, pada Januari 2026, perusahaan juga memangkas sekitar 775 karyawan, terutama di pusat distribusi di Amerika Serikat.
BACA JUGA:Kinerja 2025 Melonjak, Amar Bank Catat Laba Tertinggi dan Perkuat Kredit UMKM
PHK tersebut berkaitan dengan percepatan otomatisasi dan efisiensi operasional. Bahkan sejak tahun sebelumnya, Nike sudah mulai melakukan restrukturisasi yang berdampak pada sebagian kecil staf korporat.
Strategi Jangka Panjang
Meski terkesan drastis, Nike menegaskan bahwa kebijakan ini bukan arah baru, melainkan kelanjutan dari transformasi yang sudah berjalan. Tujuan utamanya adalah menciptakan organisasi yang lebih ramping, efisien, dan siap menghadapi persaingan global.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-