Papua Terus Berdarah, Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Tewasnya Warga Sipil

Papua Terus Berdarah, Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Tewasnya Warga Sipil

Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki korban sipil dalam konflik Papua. Komnas HAM mendesak gencatan senjata dan penegakan hukum yang adil.-@yusrilihzamhd-Instagram

Juru bicara Markas Pusat TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan aksi penembakan dan pembakaran pesawat dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak.

“Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua,” kata Sebby Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Setelah insiden tersebut, prajurit TNI dari Komando Operasi Habema menggelar operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, yang menjadi lokasi penembakan pilot dan pembakaran pesawat perintis milik PT AMA.

Pada hari yang sama, kontak senjata juga terjadi antara Komando Operasi Habema dan TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam peristiwa itu, seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau yang tengah mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah terkena peluru saat berada di dalam rumahnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler