Progres LRT Velodrome-Manggarai 95 Persen Rampung, Apakah Dampaknya Buat Kemacetan Jakarta?

Progres LRT Velodrome-Manggarai 95 Persen Rampung, Apakah Dampaknya Buat Kemacetan Jakarta?

Progres LRT Velodrome-Manggarai--Istimewa

SEMARAKNEWS.CO.ID - Pergeseran pola pikir masyarakat ibu kota dari ketergantungan kendaraan pribadi mulai menemui titik terang. Secara psikologis, kemacetan Jakarta yang menjadi stresor harian perlu dijawab dengan solusi konkret.

Kehadiran LRT Jakarta Velodrome Manggarai yang kini mencapai progres 95 persen diyakini menjadi trigger bagi warga untuk meninggalkan mobil. Gubernur Pramono Anung menegaskan proyek milik Pemprov DKI ini siap diresmikan Presiden Prabowo pada Agustus 2026.

Dengan panjang lintasan 12,2 kilometer dan 11 stasiun baru, jalur ini menawarkan efisiensi tinggi. Waktu tempuh LRT Jakarta dari kawasan utara hingga pusat kota dipangkas menjadi hanya 28 menit.

BACA JUGA:Fakta Mengejutkan! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Dua Pemain Muda Ini Pecahkan Rekor Dunia

Rencananya uji coba pertama kali di segmen Velodrome hingga Kayu Manis sudah berjalan mulus, sementara penyambungan rel menuju Manggarai dikebut tuntas akhir Juli 2026.

Keunggulan utama proyek bernilai Rp12,5 triliun ini terletak pada konektivitas lintas moda. Sistem transportasi publik terintegrasi dirancang agar penumpang dapat berpindah tanpa hambatan:

  • Seluruh stasiun langsung tersambung dengan jaringan Transjakarta.

BACA JUGA:Serapan Tenaga Kerja Melambat, Industri Pengolahan Jadi Sektor Paling Tertekan

  • Stasiun Manggarai menjadi hub strategis yang menghubungkan pengguna dengan KRL Commuter Line hingga Kereta Api Bandara.
  • Data Kemenhub menunjukkan integrasi ini mampu memangkas durasi perjalanan hingga 30 persen dibandingkan berkendara sendiri.

Ambisi Pemprov DKI tidak berhenti di Manggarai. Pembangunan rute LRT ke Dukuh Atas sepanjang dua kilometer dijadwalkan berjalan pada 2027.

Ekspansi ini akan menyatukan seluruh jaringan rel, membuka akses langsung ke MRT, bahkan Kereta Cepat Whoosh. Pengamat MTI, Djoko Setijowarno, menilai jalur ini sangat potensial menarik kelas menengah atas, termasuk rencana lanjutan yang menyasar JIS hingga kawasan elit PIK.

BACA JUGA:Brankas Jumbo Berisi Emas 74 Kg Gegerkan Rumah Febrie, Hotman Lempar Tanggung Jawab ke Orang Lain

Di sisi lain, transformasi ibu kota juga ditopang oleh progres MRT Fase 2A yang kini menembus 61,8 persen. Terowongan arah utara sudah berhasil ditembus (breakthrough) di Mangga Besar, menyambungkan rute Bundaran HI hingga Kota. Target operasional penuh jalur utara-selatan ini diproyeksikan rampung secara bertahap hingga 2029.

Untuk menjamin keberlanjutan layanan, pemerintah menerapkan skema bisnis yang matang. Meski tarif LRT Jakarta dijanjikan tetap terjangkau oleh masyarakat, Pemprov membuka peluang naming rights dan pengembangan TOD Jakarta.

DPRD DKI bahkan mendorong penerapan tarif flat antarmoda untuk memaksimalkan peralihan dari mobil pribadi menuju kota yang berorientasi pada rel.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler