Menteri Terlalu Pede? Industri Mobil Dibilang Melesat, Padahal Warga Masih Jauh dari Mimpi Punya Kendaraan
Menperin Agus Gumiwang optimistis produksi mobil nasional tembus 850 ribu unit pada 2026. Namun rasio kepemilikan mobil Indonesia masih tertinggal.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Pemerintah memasang target tinggi untuk industri otomotif nasional sepanjang 2026. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini produksi mobil dalam negeri mampu menembus lebih dari 850 ribu unit hingga akhir tahun. Optimisme itu muncul setelah kinerja produksi pada enam bulan pertama 2026 dinilai cukup menjanjikan.
Sepanjang semester I 2026, produksi mobil nasional telah mencapai 615 ribu unit. Angka tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk meyakini target tahunan masih berada dalam jalur yang realistis.
Agus menilai capaian tersebut menandai perubahan arah industri otomotif Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produsen kendaraan, tetapi mulai berkembang sebagai basis produksi.
“Indonesia sedang berada dalam proses beralih dari yang semula hanya menjadi basis pasar menjadi basis produksi,” ujar Agus saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD, Tangerang, Banten, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, produksi mobil nasional pada semester I 2026 tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat bersamaan, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer atau wholesale juga meningkat 15,9 persen secara tahunan hingga mencapai 436 ribu unit.
BACA JUGA:Tan Kian Jadi Target Tim 9, Kejagung Perketat Penyidikan Kasus TPPU Febrie
Meski produksi dan distribusi kendaraan terus meningkat, Agus mengakui tingkat kepemilikan mobil masyarakat Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.
Saat ini, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah Thailand yang mencapai 275 unit per 1.000 penduduk dan Malaysia yang telah menyentuh 490 unit per 1.000 penduduk.
Bagi Agus, rendahnya angka kepemilikan kendaraan itu justru menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri otomotif nasional. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 290 juta jiwa, setiap kenaikan satu unit kepemilikan mobil per 1.000 penduduk diperkirakan dapat menambah permintaan sekitar 280 ribu unit kendaraan.
“Jumlah itu hampir mencapai sepertiga dari seluruh pasar domestik kita saat ini,” kata Agus.
Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan Toyota masih menjadi produsen mobil terbesar di Indonesia selama semester I 2026.
Pabrikan asal Jepang tersebut membukukan produksi sebanyak 268.528 unit, naik 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA:MK Tampar Pemerintah! Dana Makan Bergizi Gratis Dilarang Nebeng Anggaran Pendidikan
Posisi berikutnya ditempati Mitsubishi Motors yang memproduksi 93.558 unit dari fasilitas manufakturnya di Cikarang, Jawa Barat.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-