BYD Sesumbar Tetap Rajai Mobil Listrik, Daya Beli Loyo Tak Bikin Konsumen Kabur ke BBM

BYD Sesumbar Tetap Rajai Mobil Listrik, Daya Beli Loyo Tak Bikin Konsumen Kabur ke BBM

BYD yakin pasar mobil listrik Indonesia tetap tumbuh meski ekonomi bergejolak. Perusahaan menambah model EV dan memperluas layanan purna jual.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id  – Pelemahan daya beli dan ketidakpastian ekonomi belum mampu menggoyahkan kepercayaan PT BYD Motor Indonesia terhadap prospek pasar kendaraan listrik nasional. Pabrikan asal China itu bahkan yakin tren kendaraan elektrifikasi masih terus menanjak dan siap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar electric vehicle (EV) di Indonesia.

Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menilai permintaan kendaraan listrik masih menunjukkan tren positif meski kondisi ekonomi sedang menghadapi berbagai tekanan.

“Saya melihat pertumbuhan kendaraan elektrifikasi cukup konsisten dan positif. Bahkan di tengah guncangan pasar dan ketidakstabilan ekonomi, kendaraan elektrifikasi ternyata tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” ujar Luther di Tangerang, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Luther, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih terjaga meski tekanan terhadap daya beli belum sepenuhnya mereda.

BACA JUGA:War Tiket Istana Meledak! 128 Ribu Orang Berebut Masuk, Gelombang Kedua Siap Dibuka

Ia menambahkan, optimisme perusahaan juga didukung oleh konsistensi pemerintah dalam mendorong transisi energi, termasuk upaya mengurangi beban subsidi bahan bakar melalui percepatan penggunaan kendaraan rendah emisi.

Karena itu, BYD berkomitmen memperluas lini kendaraan elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia, termasuk menghadirkan model berteknologi Dual Mode (DM) sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar konvensional.

“Strategi BYD adalah terus menghadirkan lebih banyak pilihan produk terbaik bagi masyarakat agar mereka semakin terdorong untuk beralih,” katanya.

Tak hanya menambah pilihan produk, perusahaan juga memperkuat layanan purna jual sebagai bagian dari strategi mempertahankan pertumbuhan pasar. Hingga tahun ini, BYD telah memiliki 100 jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah.

BACA JUGA:Wacana Prabowo Kena Rem, Sidang Tahunan Dipastikan Tak Sentuh Haluan Negara

Menurut Luther, jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan, termasuk memperluas jaringan ke kota-kota tingkat dua agar pengguna kendaraan listrik memperoleh akses layanan yang lebih mudah seiring meningkatnya populasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya