Raffi Ahmad Jadi Jalan Tol Kekuasaan, Dari Menyodorkan Surat Mundur Bos BUMN hingga Berburu Kursi Komisaris
Jejak Raffi Ahmad di lingkar kekuasaan Prabowo disorot, dari urusan bos BUMN, komisaris, hingga perannya sebagai penghubung pejabat.-Foto: Dok. Gerindra.-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Raffi Ahmad tampaknya bukan lagi sekadar selebritas yang sibuk menghibur penonton. Di lingkaran pemerintahan Prabowo Subianto, perannya berkembang menjadi semacam penghubung antara pejabat, pengusaha, hingga petinggi perusahaan negara. Bahkan, sebuah jamuan makan malam di restoran Sofia at The Gunawarman, Jakarta Selatan, pada awal 2026 disebut menjadi titik akhir kepemimpinan seorang direktur utama lembaga negara yang telah menjabat hampir enam tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Raffi yang saat itu menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni meminta sang direktur utama mengundurkan diri. Ketika ditanya apa alasan di balik permintaan tersebut, Raffi mengaku hanya membawa pesan dari seorang pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya cuma utusan yang kerjanya diutus,” ujar Raffi kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Raffi mengatakan dirinya memang dapat bertemu dengan sejumlah pejabat, mulai dari menteri hingga direktur utama perusahaan negara. Namun, menurut dia, akses tersebut tidak otomatis memberinya kewenangan untuk menentukan siapa yang bertahan di sebuah jabatan.
“Saya enggak punya kewenangan untuk menentukan jabatan itu lanjut atau tidak,” katanya.
Namun, cerita dari dua penyelenggara negara dan dua mantan bos perusahaan negara yang mengetahui langsung penuturan direktur utama tersebut menggambarkan peran Raffi lebih jauh. Menurut empat narasumber itu, Raffi bukan cuma menyampaikan pesan, tetapi juga membawa dokumen pernyataan pengunduran diri dan meminta sang direktur utama menandatanganinya saat itu juga.
BACA JUGA:Teddy Indra Temui Haji Isam, Pemerintah Bicara Hilirisasi, Investasi, sampai Energi
Sang direktur utama akhirnya disebut meneken surat pengunduran diri tersebut di restoran Sofia.
Persoalan kemudian menjadi lebih pelik. Setelah pertemuan dengan Raffi, menurut dua mantan bos badan usaha milik negara, direktur utama tersebut menghubungi saudara kandung Presiden Prabowo. Dari kerabat Prabowo itulah ia mendengar kabar mengenai sebuah perkara yang disebut tengah mengintainya di lembaga penegak hukum.
Menurut dua sumber yang sama, perkara tersebut berpotensi terus bergulir apabila sang direktur utama tetap bertahan. Jabatan yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh kerabat Raffi.
Raffi sendiri menggambarkan perannya dalam pertemuan itu sebagai jembatan komunikasi. Ia mengaku tidak punya kewenangan lebih jauh selain menyampaikan pesan.
“Jika memang mereka merasa benar, silakan dilanjutkan,” ujar Raffi.
Dari Bawa Pesan hingga Jadi Penghubung Dasco
Peran Raffi dalam lingkaran kekuasaan rupanya tidak berhenti pada urusan pergantian bos perusahaan negara. Dua anggota Kabinet Merah Putih dan dua pejabat perusahaan milik negara menyebut Raffi juga menjadi salah satu jembatan komunikasi dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-