Guru Besar Turun Gunung Suarakan 17 Krisis Indonesia

    Guru Besar Turun Gunung Suarakan 17 Krisis Indonesia

FIAD bersama guru besar dan akademikus lintas disiplin menyuarakan keprihatinan atas kondisi Indonesia dan menawarkan rekomendasi berbasis riset.-Foto: Istimewa-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ketika kebijakan publik makin sering bikin dahi berkerut, sejumlah guru besar, akademikus, dan intelektual lintas disiplin memilih tidak cuma menggerutu di ruang seminar. Mereka akan menyampaikan pernyataan terbuka mengenai kondisi Indonesia dalam forum “Manifesto Pemikiran tentang Indonesia Kini dan Esok” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Forum tersebut digelar Forum Intelektual Antar Disiplin atau FIAD bersama Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Para penggagas menyebut keterlibatan kalangan ilmuwan bukan bagian dari politik praktis, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan akademik terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Salah satu guru besar Universitas Indonesia, Manneke Budiman, mengatakan forum tersebut tidak berhenti pada pembacaan sikap. Para guru besar dan intelektual lintas disiplin juga akan menyampaikan sejumlah tuntutan mengenai berbagai persoalan Indonesia.

“Kami akan menyampaikan apa saja yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Indonesia,” kata Manneke saat dikonfirmasi pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut para guru besar tersebut, persoalan Indonesia tidak berhenti pada buruknya satu atau dua kebijakan. Mereka melihat adanya jarak yang semakin lebar antara elite kekuasaan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

BACA JUGA:Kuliah Tanpa Biaya, Ini Cara Daftar dan Syarat KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026

Kebijakan yang mengatasnamakan rakyat, menurut mereka, justru berisiko berubah menjadi kebijakan populis yang mempertahankan status quo kekuasaan dan memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu yang berada dekat dengan pusat kekuasaan.

“Para elit tidak mau mendengar, sementara kekeliruan dalam tata kelola terus berlanjut,” ujar mereka.

Karena itu, forum tersebut mencoba membawa perdebatan keluar dari sekadar adu opini politik. Pernyataan terbuka yang akan disampaikan dirumuskan melalui kumpulan kajian ilmiah lintas disiplin yang disebut “Pendirian Intelektual”.

Kajian tersebut membedah 17 bidang yang dinilai strategis bagi masa depan Indonesia. Daftarnya cukup panjang, sebab rupanya masalah bangsa memang tidak bisa diselesaikan dengan satu PowerPoint dan dua kalimat motivasi.

Ke-17 bidang itu mencakup krisis ekonomi, pembangunan manusia, sosial-politik, hukum dan keadilan, sistem kepemiluan dan kepartaian, antikorupsi, toleransi beragama dan kohesi sosial, kebudayaan, hak perempuan dan isu gender, kesehatan, pendidikan tinggi, pendidikan kedokteran, pangan, pertanian, keadilan iklim, energi, serta kekayaan alam.

FIAD menilai riset ilmiah dan rekomendasi akademik semestinya menjadi salah satu fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik. Persoalannya, mereka mempertanyakan apa arti universitas dan lembaga ilmiah jika temuan berbasis bukti justru tidak dianggap ketika kebijakan dirumuskan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional: Siap Guncang Pasar Otomotif

Bagi mereka, pengabaian terhadap pengetahuan berbasis bukti bukan sekadar masalah hubungan antara akademisi dan pemerintah. Jika terus terjadi, berbagai persoalan dapat saling menumpuk dan berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler