Amazon Terlalu Ganas untuk Dijembatani, Kenapa Sungai Raksasa Ini Tak Punya Satu pun Jembatan?

Amazon Terlalu Ganas untuk Dijembatani, Kenapa Sungai Raksasa Ini Tak Punya Satu pun Jembatan?

Sungai Amazon tak memiliki satu pun jembatan di aliran utamanya. Ukuran, arus, banjir, dan kondisi alam membuatnya sulit dijembatani.-Foto: Dok. RTE.-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Sungai Amazon membentang lebih dari 6.400 kilometer, membelah hutan hujan terbesar di dunia dan menggelontorkan air dalam jumlah yang sulit dibayangkan. Sungai raksasa ini juga menjadi urat nadi kehidupan bagi jutaan orang yang tinggal di sepanjang wilayahnya.

Namun, di balik ukurannya yang luar biasa itu, Amazon menyimpan satu keanehan. Tak ada satu pun jembatan yang melintasi aliran utama sungai tersebut.

Padahal manusia sudah berkali-kali menunjukkan kebolehannya membangun jembatan di atas sungai-sungai besar. Sungai Thames, Nil, hingga Mississippi sudah lama dijinakkan dengan bentangan beton dan baja. Amazon justru seperti berkata, “Coba saja kalau berani.”

Persoalannya bukan karena manusia kekurangan teknologi. Amazon memang punya paket tantangan yang jauh lebih menyebalkan. Sungai ini terlalu besar, terlalu dinamis, terlalu terpencil, sekaligus terlalu penting bagi ekosistem untuk dipaksa tunduk begitu saja pada proyek infrastruktur.

Lebarnya Bisa Berubah Seenaknya

Masalah pertama adalah ukuran sungai yang tidak pernah benar-benar mau menetap.

Pada musim kemarau, beberapa bagian Amazon memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 kilometer. Begitu musim hujan datang, air meluap ke dataran banjir dan membuat bentang sungai melebar hingga puluhan kilometer.

Belum selesai dengan urusan lebar, arusnya juga tidak bisa dianggap remeh. Pada musim hujan, kecepatan aliran di sejumlah bagian sungai dapat mencapai sekitar 7 kilometer per jam.

BACA JUGA:Prabowo Masih Ragu ke NTT Meski Sudah 50 Nyawa Melayang, Menteri Dikirim Duluan

Bagi jembatan, situasi semacam ini jelas bukan kondisi yang menyenangkan. Fondasi harus menahan berat konstruksi sekaligus menghadapi arus deras, dasar sungai yang berubah, endapan lumpur, serta gundukan pasir yang bisa berpindah-pindah.

Jadi, membangun jembatan di Amazon bukan perkara sederhana seperti menarik garis lurus dari satu tepian ke tepian lain. Infrastruktur pendukungnya juga harus dibuat untuk menghadapi sungai yang bisa berubah bentuk dan ukuran sesuai musim.

Tantangan berikutnya datang dari jumlah air yang dibawa Amazon. Setiap detik, sekitar 219.000 meter kubik air mengalir dari sungai ini menuju Samudra Atlantik.

Untuk membayangkannya, volume tersebut kira-kira setara dengan 88 kolam renang ukuran Olimpiade yang tumpah ke laut setiap detik. Jadi kalau ada yang berpikir Amazon cuma sungai yang kebetulan panjang, mungkin saatnya berhenti meremehkan.

Volume air sebesar itu menghasilkan tekanan hidrolik yang sangat besar. Belum lagi permukaan air di sejumlah wilayah dapat berubah lebih dari 10 meter ketika musim berganti.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler