Bukan Cuma Pikiran, Usus Juga Ikut Campur Saat Tubuh Dilanda Stres

Bukan Cuma Pikiran, Usus Juga Ikut Campur Saat Tubuh Dilanda Stres

Penelitian mengungkap mikrobioma usus ikut memengaruhi respons tubuh terhadap stres. Keragaman mikroba ternyata berkaitan dengan reaksi stres.-Foto: Dok. Health.-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Penerbangan batal, antrean layanan pelanggan mengular, koper belum tentu jelas nasibnya, sementara jadwal perjalanan sudah berantakan. Dalam situasi seperti ini, ada orang yang langsung panik, ada pula yang masih bisa duduk santai sambil menunggu penerbangan pengganti.

Masalah yang dihadapi sebenarnya sama. Namun tubuh dan otak setiap orang bisa memberikan respons yang sangat berbeda. Pertanyaannya kemudian sederhana, kenapa ada orang yang kelihatannya lebih tahan menghadapi stres dibandingkan orang lain?

Para ilmuwan selama ini sudah mengetahui bahwa genetika, kepribadian, serta pengalaman masa lalu ikut menentukan seberapa kuat seseorang bereaksi ketika menghadapi tekanan. Namun penelitian terbaru menambahkan satu tersangka lain yang mungkin selama ini kurang mendapat perhatian, yakni mikrobioma usus.

Mikrobioma usus merupakan komunitas mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Dalam sebuah penelitian, orang dengan mikrobioma usus yang lebih beragam justru menunjukkan respons lebih kuat terhadap stres akut.

BACA JUGA:Emas 74 Kg dan Duit Dolar Disita dari Rumah Eks Jampidsus Febrie, Kubu Balik Serang Polisi

Sekilas temuan ini terdengar seperti kabar buruk. Seolah-olah makin beragam isi perut, makin gampang tubuh panik. Padahal para peneliti punya tafsir yang sedikit berbeda. Respons stres yang lebih kuat belum tentu berarti seseorang lebih buruk dalam menghadapi tekanan. Bisa jadi itu justru tanda tubuh mampu memobilisasi dirinya dengan cepat ketika menghadapi tantangan.

Penelitian tersebut berjudul “Keanekaragaman mikroba usus dan kapasitas yang diperkirakan untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek berkaitan dengan reaktivitas terhadap stres akut pada orang dewasa sehat”.

Temuan ini sekaligus memberikan sudut pandang baru terhadap pertanyaan lama yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kenapa dua orang bisa menghadapi situasi yang sama, tetapi satu orang sudah seperti dunia mau kiamat sementara yang lainnya masih sempat bertanya mau makan apa?

Begini Tubuh Bereaksi Saat Stres Datang

“Stres adalah reaksi alami yang terjadi ketika Anda merasakan tantangan, tuntutan, atau potensi ancaman,” kata Timothy Riley, dokter di Penn State Health.

Ketika seseorang merasa terancam atau berada dalam tekanan, amigdala yang merupakan bagian otak yang berperan dalam pemrosesan emosi dapat bereaksi dengan cepat. Kelly Atwood, profesor madya di James Madison University, menjelaskan bahwa ketika otak mendeteksi ancaman, sinyal dikirimkan menuju hipotalamus yang bertindak sebagai pusat komando tubuh dalam mengoordinasikan respons stres.

BACA JUGA:Guru PPPK Daerah Bakal Naik Kelas Jadi Pegawai Pusat, Pemerintah Larang Rekrut Staf Baru

Itulah sebabnya stres bukan cuma urusan pikiran. Tubuh juga ikut bereaksi. Jantung dapat berdebar lebih cepat, napas menjadi lebih pendek atau cepat, sementara sistem pencernaan bisa ikut bermasalah.

“Atau otot Anda bereaksi untuk berpotensi melarikan diri dari situasi berbahaya,” kata Rajita Sinha, direktur Pusat Stres Yale.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya