Elektabilitas Dedi Mulyadi Meledak, Prabowo Terancam Jadi Penonton di 2029?

Elektabilitas Dedi Mulyadi Meledak, Prabowo Terancam Jadi Penonton di 2029?

Elektabilitas Dedi Mulyadi melejit 42 persen dalam survei Tempo Data Science, jauh di atas Prabowo, Anies, dan Gibran menjelang Pilpres 2029.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Elektabilitas Dedi Mulyadi sedang melaju kencang. Dalam enam bulan, tingkat keterpilihan Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu melonjak 22,6 poin persentase hingga mencapai 42 persen pada Agustus 2026.

Angka tersebut terekam dalam survei terbaru Tempo Data Science. Jika dibandingkan dengan survei Desember 2025, ketika elektabilitas Dedi masih 19,4 persen, kenaikannya memang bukan sekadar naik tipis-tipis seperti harga gorengan. Dalam enam bulan, elektabilitasnya lebih dari dua kali lipat.

General Manager Tempo Data Science Khairul Anam menjelaskan angka tersebut diperoleh melalui pertanyaan tertutup dengan daftar nama kandidat, selain pertanyaan terbuka kepada responden. Dalam simulasi dengan daftar nama, Dedi memperoleh elektabilitas 42 persen, sedangkan Prabowo Subianto berada di angka 15 persen.

“Dengan adanya daftar nama, persentase elektabilitas Dedi Mulyadi sebesar 42 persen dan Prabowo Subianto 15 persen,” kata Anam dalam peluncuran hasil survei Tempo Data Science di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Dedi bukan hanya berada di posisi pertama. Jaraknya dengan nama-nama lain juga cukup lebar. Prabowo berada di posisi kedua dengan 15 persen, disusul mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan 10 persen dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan 6 persen.

Kalau elektabilitas adalah perlombaan lari, Dedi sudah cukup jauh meninggalkan rombongan. Bahkan, angka 42 persen yang diraihnya hampir tiga kali lipat elektabilitas Prabowo dalam simulasi yang sama.

BACA JUGA:Asap Karhutla Meluas, BNPB dan Kemenkes Distribusikan Lebih dari 200 Ribu Masker untuk Cegah ISPA

Yang menarik, kenaikan Dedi bukan muncul secara tiba-tiba pada Agustus. Tempo Data Science mencatat tren tersebut sudah terlihat sejak akhir 2025. Elektabilitas Dedi berada di angka 19,4 persen pada Desember 2025, naik menjadi 24,2 persen pada Maret 2026, kemudian melonjak menjadi 42 persen pada Agustus.

Survei terbaru dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Survei itu juga mencoba menjawab pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar siapa yang berada di urutan pertama. Apa yang sebenarnya membuat seorang calon disukai pemilih?

Responden menyebut sejumlah alasan, mulai dari kedekatan dengan rakyat, program kerja dan visi-misi, kepribadian atau ketegasan, kemampuan menyelesaikan persoalan ekonomi, pengalaman memimpin, hingga rekam jejak keluarga dan tokoh yang berada di belakangnya.

Dalam atribut kedekatan dengan rakyat, Dedi kembali mendapat keuntungan besar. Sebanyak 78 persen responden mengasosiasikan Dedi sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan mau mendengarkan suara rakyat. Sementara itu, Prabowo lebih kuat pada citra sebagai figur yang tegas.

BACA JUGA:Gegara Demo 27 Agustus di Jakarta, Menkopolkam Ungkap Alasan Jalan Direkayasa

Dengan kata lain, Dedi punya modal politik yang sedang cocok dengan selera pemilih. Ia tampil sebagai figur yang dianggap merakyat, sementara lawannya lebih kuat dengan citra kepemimpinan yang tegas.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya