NU dan Istana Saling Gandeng, Khitah 1926 Cuma Jadi Pajangan
NU dinilai makin dekat dengan kekuasaan. Perebutan pengaruh di muktamar, politik elite, hingga tambang membuat khitah 1926 dipertanyakan.-Foto: Antara-
Ketika elite organisasi terlalu oportunistis, NU menjadi semakin mudah ditarik ke dalam politik praktis. Kesibukan menjadi bagian dari lingkar kekuasaan justru membuat daya tawar organisasi menyusut. Padahal NU memiliki modal sosial yang luar biasa besar, mulai dari jaringan pesantren, lembaga pendidikan, badan amal, hingga jutaan warga yang bisa menjadi fondasi gerakan masyarakat sipil.
Pada titik ini, seruan untuk kembali ke khitah 1926 sebagai organisasi sosial-keagamaan terdengar semakin mirip slogan yang rajin diucapkan tetapi jarang benar-benar dijalankan. Khitahnya ada, kekuasaannya dikejar.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-