Pelampung Misterius Ditemukan di Anyer, Nasib 8 Jurnalis Hilang Masih Jadi Teka-teki

Pelampung Misterius Ditemukan di Anyer, Nasib 8 Jurnalis Hilang Masih Jadi Teka-teki

Pelampung oranye ditemukan di perairan Anyer saat pencarian 8 jurnalis hilang di Selat Sunda memasuki hari ketiga. Identitasnya belum dipastikan.-Foto: Istimewa-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga. Di tengah penyisiran yang belum juga membuahkan kabar tentang keberadaan mereka, TNI Angkatan Laut menemukan sebuah rompi keselamatan berwarna oranye di perairan barat Anyer.

Rompi tersebut ditemukan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten ketika tim menyisir perairan menggunakan Kapal Angkatan Laut Anyer. Tidak ada identitas yang melekat pada rompi itu. Masalahnya, belum ada yang bisa memastikan apakah benda tersebut punya hubungan dengan rombongan jurnalis yang hingga kini masih dicari.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banten Letnan Kolonel Wawan Subagyo Mardani mengatakan temuan tersebut masih harus melalui proses identifikasi. Apalagi, lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik kejadian.

“Temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Jadi, untuk kejelasannya mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisi penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian,” kata Wawan di Pandeglang, Kamis, 10 September 2026, seperti dikutip dari Antara.

Jarak lokasi ditemukannya rompi dengan titik kontak terakhir rombongan diperkirakan mencapai 10 hingga 12 mil laut. Tim juga menemukan sebuah tabung berwarna putih yang umum digunakan nelayan setempat.

Namun, dua temuan tersebut belum bisa dijadikan petunjuk pasti. TNI AL masih harus memastikan apakah barang-barang itu memang berkaitan dengan delapan orang yang hilang atau sekadar barang yang kebetulan terbawa arus. Laut memang tidak punya kebiasaan memberikan jawaban dengan cepat.

BACA JUGA:Remaja 16 Tahun Muntah Seharian, Usai Operasi Dokter Temukan Gumpalan Rambut 1,5 Kg

“Kami akan mengumpulkan seluruh temuan dari rekan-rekan di lapangan di posko untuk identifikasi terlebih dahulu, sebelum kita merilis apakah itu benar temuan berkaitan dengan barang milik korban atau bukan,” tutur Wawan.

Kantor SAR Banten juga belum berani mengaitkan rompi tersebut dengan rombongan jurnalis. Staf Humas Kantor SAR Banten, Gadis, menyebut terdapat perbedaan warna antara rompi yang dikenakan rombongan dengan rompi yang ditemukan TNI AL.

Menurut Gadis, rompi keselamatan yang dikenakan rombongan memiliki kombinasi warna kuning dan merah. Sementara rompi yang ditemukan di perairan Anyer berwarna oranye.

“Terkait penemuan pelampung tersebut belum bisa dikonfirmasi kepemilikannya,” ujar Gadis pada Kamis, 10 September 2026.

Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas memastikan pencarian tetap dilanjutkan. Rombongan tersebut diketahui hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafi’i mengatakan operasi pencarian akan dilakukan selama tujuh hari sejak kejadian. Ketentuan tersebut mengacu pada pedoman Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Jalur Baru, LRT Ini Mengubah Konektivitas Kelapa Gading dengan Transit Oriented Development

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler