Lima Bayi Orangutan Nyasar ke India, Diduga Ada Sindikat Penyelundupan
Lima bayi orangutan ditemukan di India dan diduga korban penyelundupan lintas negara. Pemerintah RI berupaya memulangkan dan menyelidiki asal-usulnya.-Foto: BBC World-
“Pemerintah juga mengajak seluruh pihak, baik di dalam maupun luar negeri, untuk bersama-sama memperkuat upaya pemberantasan perdagangan ilegal satwa liar,” tutur Munawir.
Sebelum temuan lima bayi orangutan ini ramai diberitakan, Wildlife Campaigner Geopix telah mendesak Pemerintah India memulangkan 15 orangutan yang diduga menjadi korban penyelundupan lintas negara sepanjang 2021 hingga 2024. Desakan tersebut juga didukung petisi.
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mengatakan orangutan yang ditemukan di India tidak pernah memilih untuk meninggalkan Indonesia. Mereka bukan pelancong yang salah naik pesawat, apalagi satwa yang bisa menentukan sendiri hendak tinggal di negara mana.
“Lima bayi orangutan ini tidak pernah memilih untuk meninggalkan Indonesia. Pemerintah Indonesia harus hadir dan memastikan mereka segera dipulangkan dan dikembalikan ke Indonesia,” kata Annisa melalui pesan tertulis pada Kamis, 10 September 2026.
Lima bayi orangutan itu kini menunggu kepastian nasib. Pemerintah Indonesia dituntut tidak hanya mengurus tiket pulang, tetapi juga membongkar jalur penyelundupan yang membuat satwa dilindungi bisa berpindah negara. Sebab, jika pelakunya tidak disentuh, hutan Indonesia akan terus kehilangan penghuninya, sementara negara lain kebagian urusan merawat korban.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-