Penyelam Profesional Belum Dikerahkan Cari Penumpang KM Virgo Transport 8

Penyelam Profesional Belum Dikerahkan Cari Penumpang KM Virgo Transport 8

Basarnas belum mengerahkan penyelam profesional untuk mencari 129 korban KM Virgo Transport 8 yang hilang di Laut Jawa.-Foto: Basarnas-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Bencana di laut kembali menguji kesigapan negara. KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita.

Memasuki hari kedua operasi pencarian, Basarnas belum mengerahkan penyelam profesional untuk mencari korban yang masih hilang. Alasannya, kondisi gelombang Laut Jawa belum memungkinkan penyelaman dilakukan. Laut belum bersahabat, sementara keluarga korban tentu tidak punya kemewahan untuk menunggu tanpa kepastian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan keputusan penyelaman akan menyesuaikan situasi dan kondisi gelombang. “Saat ini belum bisa penyelaman karena cuaca belum bagus. Penyelaman belum bisa dilakukan,” kata Putu saat dikonfirmasi Tempo, Senin, 14 September 2026.

Berdasarkan catatan operasi hari pertama, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan. Enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 lainnya masih belum ditemukan. Basarnas melanjutkan pencarian dan evakuasi pada hari kedua dengan mengerahkan armada laut, udara, dan personel gabungan.

Empat kapal membantu operasi penyelamatan pada hari pertama, yakni TB Mauhau, TB Transcoal Pacific 205, KM Cahaya Bahari Jaya, dan MV Haida. Dari armada tersebut, para korban dievakuasi secara bertahap menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin melaporkan TB Mauhau telah bersandar di Pelabuhan Trisakti pada Senin pagi dengan membawa 16 korban. Sebanyak 15 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Korban selamat mendapatkan penanganan medis lanjutan, sedangkan jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification atau DVI untuk proses identifikasi.

BACA JUGA:Betrand Peto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Kekerasan Seksual, Pengacara Korban Klaim Memiliki Saksi

Sehari sebelumnya, Minggu, 13 September 2026, sebanyak 70 orang telah dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.15 Wita. Sebanyak 69 orang diangkut MV Haida, sementara satu orang dievakuasi KN SAR Laksamana 241.

Selain itu, TB Transcoal Pacific menyelamatkan satu orang dan menemukan lima korban meninggal dunia. KM Cahaya Bahari Jaya juga mengevakuasi 22 orang. Operasi penyelamatan tersebut menunjukkan bahwa pencarian masih berlangsung dengan mengandalkan sejumlah kapal yang bergerak di area terdampak.

Untuk memperluas jangkauan pencarian, Basarnas mengerahkan KN SAR Laksamana 241, KN SAR Permadi 249, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, RIB Palangka Raya, serta helikopter HR-3601 Dauphin AS 365 N3+ dari Wing Udara 2 Skuadron 400 Lanudal Juanda.

TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI NAL-363, KRI PFN-731, KRI Canopus 936, KAL Kumai, dan pesawat udara CN-235 P-8301. Armada tersebut menjadi bagian dari operasi gabungan untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan sebanyak 655 personel gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan pada hari kedua. Basarnas juga mengubah pola pencarian dari delapan sektor menjadi enam sektor setelah data dari kapal diperoleh, sehingga operasi diharapkan lebih efektif.

BACA JUGA:Mengapa Ada Warga Miskin Tak Menerima Bansos? Kemensos Ungkap Peran Desil Dalam Penetapan Prioritas Bantuan Sosial

Dari udara, pencarian melibatkan lima jenis pesawat, yakni helikopter HR-3601 Dauphin, pesawat TNI Angkatan Laut Panther 3103 Dauphin dan CN-235, pesawat Polri jenis Dauphin, serta Cessna Caravan milik BNPB. Sementara itu, 17 kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah laut.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya