Seleksi KND Dibuka, Laki-Laki Mendominasi, Rekam Jejak Kandidat Bakal Dibongkar
Sebanyak 664 orang mendaftar seleksi anggota KND 2026-2031. Pendaftar laki-laki mendominasi, sementara rekam jejak kandidat bakal ditelusuri.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Seleksi calon anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026-2031 ternyata masih memperlihatkan satu pola yang cukup kentara. Dari ratusan orang yang mendaftar, jumlah laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan perempuan.
Berdasarkan data Panitia Seleksi (Pansel) hingga 18 September 2026 pukul 20.00 WIB, tercatat 664 orang telah mendaftar. Sebanyak 286 pendaftar atau 43 persen merupakan laki-laki.
Sementara itu, jumlah pendaftar perempuan tercatat 143 orang atau sekitar 22 persen. Adapun 235 pendaftar lainnya atau sekitar 35 persen belum melengkapi data yang dibutuhkan.
Ketua Pansel Anggota KND periode 2026-2031 Mohammad Nuh mengatakan angka tersebut belum menjadi data final. Pansel masih akan memperbarui jumlah pendaftar setelah proses pendaftaran berjalan.
“Senin nanti akan dilengkapi lagi,” tulis Mohammad Nuh dalam pesan WhatsApp kepada Tempo pada Sabtu, 19 September 2026.
Jika dilihat dari ragam disabilitas, Pansel mencatat 141 pendaftar merupakan penyandang disabilitas fisik. Kemudian terdapat 75 penyandang disabilitas sensorik, 14 penyandang disabilitas mental, lima penyandang disabilitas intelektual, serta tiga penyandang disabilitas ganda.
Sementara itu, pendaftar yang tidak memiliki disabilitas justru menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 426 orang.
BACA JUGA:Ultah Ariel NOAH ke-45 Disorot, Pelukan Wulan Guritno dan Sepatu Couple Bikin Penasaran Netizen
Pendaftaran calon anggota KND sendiri masih dibuka hingga 21 September 2026. Proses seleksi telah dimulai sejak 7 September dan nantinya akan melewati delapan tahapan sebelum kandidat terpilih.
Anggota Pansel dari kelompok praktisi dan aktivis disabilitas, Bahrul Fuad, mengatakan pengumuman seleksi dilakukan pada 7 hingga 14 September 2026. Informasi tersebut disebarkan melalui berbagai platform media daring milik Pansel, situs web KND, serta situs web Pansel.
Pria yang akrab disapa Cak Fu itu mengatakan kanal digital yang digunakan dalam proses seleksi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas pelamar dari berbagai ragam disabilitas. Penyandang disabilitas intelektual juga termasuk di dalamnya.
Setelah pendaftaran dan penyerahan dokumen selesai, masyarakat bakal diberi kesempatan ikut mengomentari para kandidat. Warga dari seluruh Indonesia dapat menyampaikan pendapat, saran, dan masukan melalui situs web Pansel.
Informasi mengenai kandidat anggota KND nantinya akan ditampilkan melalui situs tersebut. Namun, pendapat masyarakat tidak akan menjadi konsumsi publik karena hanya Pansel yang dapat mengaksesnya.
BACA JUGA:Kapal Induk Hibah Italia Dirombak, Biaya Retrofit KRI Sriwijaya Tembus Rp7,5 Triliun
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-