Emas 74 Kg Bikin Geger! Febrie Bantah Punya, Kasus Pemerasan Kini Masuk Meja Hijau
Febrie Adriansyah membantah memiliki emas 74 kg yang disita penyidik. Kasus dugaan pemerasan dan TPPU kini memasuki tahap persidangan.-Foto: Antara-
“Nah sekarang, disangkakan pemerasan. Nah, kalian bisa tanya ke Pengawasan itu. Saya juga tadi bicara dengan anak buah saya, Tim Sembilan, pernahkah selama saya memimpin, pernahkah diajari dengan perbuatan-perbuatan seperti itu?” ujarnya.
Dengan begitu, Febrie ingin rekam jejaknya selama puluhan tahun ikut menjadi bagian dari konteks ketika perkara tersebut diperiksa di pengadilan. Namun pada akhirnya, klaim maupun bantahan tersebut tetap akan berhadapan dengan proses pembuktian di persidangan.
Bicara Rp300 Triliun, Febrie Singgung Prestasi di Gedung Bundar
Di tengah perkara yang menjeratnya, Febrie juga mengungkit sejumlah pekerjaan besar yang pernah ditanganinya selama memimpin Gedung Bundar.
Salah satunya berkaitan dengan posisinya sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia mengklaim perubahan besar terjadi di Gedung Bundar selama dirinya memegang kendali.
“Perubahan Gedung Bundar begitu besar ketika kita pegang. Apalagi Ketua Satgas PKH, Rp300 triliun setahun kita kembalikan,” ungkapnya.
Febrie kemudian menyinggung database perkara yang dimiliki Gedung Bundar. Menurut dia, database tersebut menyimpan informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam sejumlah perkara besar yang pernah ditangani Kejaksaan Agung.
BACA JUGA:Prabowo Sentil Pakar yang Mengkritik, Al-Qur’an Ikut Diseret ke Panggung PAN
“Jangan lupa, database di Gedung Bundar itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan Febrie di tengah proses hukum yang kini justru menempatkan dirinya sebagai pihak yang harus mempertanggungjawabkan dugaan pemerasan dan TPPU.
Febrie juga menyinggung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku yakin kepala negara memperoleh informasi yang keliru mengenai perkara yang menjerat dirinya.
“Dan saya yakin ya, Presiden mendapat masukan yang salah atas perkara ini,” kata Febrie.
Namun, Febrie tidak merinci informasi apa yang menurutnya keliru ataupun siapa yang memberikan informasi tersebut kepada Presiden.
Ia hanya berharap para juniornya yang masih bekerja di Gedung Bundar tetap menjalankan tugas dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus membela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat,” jelas Febrie.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-