Guruh Soekarnoputra Wafat, Surya Paloh Bongkar Curhat soal Ambisi Jadi Ketum PDIP

Guruh Soekarnoputra Wafat, Surya Paloh Bongkar Curhat soal Ambisi Jadi Ketum PDIP

Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Surya Paloh mengenang sosoknya dan mengungkap cerita soal rencana maju sebagai Ketum PDIP.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh datang melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu, 26 September 2026. Di hadapan awak media, Surya mengenang Guruh bukan cuma sebagai seniman, tetapi juga teman ngobrol yang disebutnya ramah dan enak diajak berdiskusi.

Ada satu percakapan lama yang kembali muncul dalam ingatan Surya. Guruh, kata dia, pernah bertanya apakah dirinya pantas memimpin sebuah partai politik. Pertanyaan itu muncul ketika Guruh sempat serius mempertimbangkan diri maju sebagai calon Ketua Umum PDIP.

"Dulu beliau pernah tanya kepada saya, apa pantas menjadi pemimpin partai," kata Surya.

Cerita itu terjadi menjelang Kongres III PDIP di Bali pada Januari 2010. Kala itu Guruh mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PDIP dan harus berhadapan dengan kakaknya sendiri, Megawati Soekarnoputri, yang maju sebagai calon inkumben.

Pada akhirnya, kontestasi tersebut tidak sampai menghasilkan pergantian nakhoda. Kongres kembali menetapkan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP secara aklamasi.

BACA JUGA:KPK Didesak Jangan Asal Goreng Silmy Karim, Pengacara Minta Bukti Duit Rp500 Juta Dibuka

Surya mengaku kala itu memberikan nasihat kepada Guruh agar kembali menekuni dunia yang selama puluhan tahun telah menjadi rumah kreativitasnya, yakni seni dan budaya. Menurut Surya, bidang tersebut lebih sesuai dengan talenta putra bungsu Presiden Sukarno tersebut.

"Saya ingatkan, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya, ya. Jadi saran ini dia ikuti juga," tutur Surya.

Guruh meninggal dunia pada usia 73 tahun pada Sabtu dini hari di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, nama lengkapnya, dikenal sebagai seniman multitalenta yang berkarya di dunia tari dan musik.

Salah satu jejak pentingnya di dunia seni adalah ketika Guruh mendirikan Swara Mahardika pada 1977. Kelompok kesenian remaja tersebut menjadi salah satu wadah yang ikut menandai kiprahnya dalam mengembangkan seni pertunjukan Indonesia.

BACA JUGA:Prabowo Bilang Hormati Pakar, Omongan Goblok Ada yang Plintir Katanya

Kabar duka tersebut kemudian mengundang sejumlah tokoh nasional datang ke rumah duka. Gubernur Jakarta Pramono Anung, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, hingga seniman Asri Welas turut menyampaikan penghormatan terakhir.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Guruh akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. Lokasi peristirahatan terakhir Guruh berada tepat di samping makam ibunya, Fatmawati.

"Sekarang jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman. Rencana jenazah akan dimakamkan di sebelah Ibu Fatmawati," ujar Hasto di rumah duka.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya