Baru Lengser dari Kursi Kapolri, Listyo Sigit Malah Dapat Bintang Mahaputera

Baru Lengser dari Kursi Kapolri, Listyo Sigit Malah Dapat Bintang Mahaputera

Listyo Sigit Prabowo mendapat Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo setelah dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Baru saja meninggalkan kursi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo belum benar-benar keluar dari panggung kehormatan. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto memberikan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Listyo Sigit.

Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara penganugerahan tanda kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Selain Sigit, Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo juga menerima Bintang Mahaputera, tepatnya kelas Adipradana.

“Menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo,” ucap Sekretaris Militer Presiden Mayor Jenderal Wahyu Yudhayana.

Penganugerahan itu merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 85/TK/2024 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera. Tanda kehormatan tersebut diberikan berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Bintang Mahaputera merupakan tanda kehormatan tertinggi kedua yang diberikan pemerintah setelah Bintang Republik Indonesia. Penghargaan ini memiliki lima tingkatan, yakni Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama dan Bintang Mahaputera Nararya.

Menurut pemerintah, penghargaan kepada Sigit dan Dedi diberikan atas jasa keduanya selama menjalankan tugas di kepolisian serta kontribusi di berbagai bidang yang dinilai memberi manfaat bagi bangsa dan negara.

BACA JUGA:DPR Kompak Bilang Setuju, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri

“Dan berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, serta kemakmuran bangsa dan negara, dan/atau darma bakti serta jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional,” ujar Wahyu.

Penganugerahan bintang itu datang berbarengan dengan babak baru karier keduanya. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Dedi sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Dengan begitu, dua kursi penting di tubuh Polri yang ditinggalkan keduanya juga berganti penghuni. Jabatan Kapolri yang sebelumnya ditempati Sigit diisi Jenderal Suyudi Ario Seto, sedangkan posisi Wakapolri yang ditinggalkan Dedi ditempati Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat.

BACA JUGA:Jokowi Bilang Kapolri Sudah Waktunya Diganti, Suyudi Dipuji Bakal Pimpin Polri

Jadi, kalau ada yang mengira pergantian jabatan berarti harus buru-buru mengemasi kardus dari kantor, kisah Sigit dan Dedi hari ini menunjukkan urusannya bisa sedikit lebih berkilau. Keluar dari satu kursi, masuk ke kursi lain, lalu pulangnya membawa bintang di dada.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya