BI Sudah Gelontorkan Rp118 Triliun, Tapi Kredit Rumah Masih Seret
BI mencatat KLM untuk perumahan, real estate, dan konstruksi mencapai Rp118 triliun hingga September 2026, tetapi masih ada ruang insentif yang belum optimal.-Foto: Antara-
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait yang hadir dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi dukungan BI. Menurut Maruarar, kebijakan yang dikeluarkan bank sentral memberikan manfaat bagi pengembangan sektor perumahan.
Dengan plafon KLM yang masih menyisakan ruang, LTV yang sudah dilonggarkan hingga 100 persen, dan pembiayaan inklusif yang terus naik, bola kini kembali berada di lapangan perbankan. Sebab, kebijakan boleh longgar, tetapi rumah rakyat tetap harus dibeli dengan kredit yang benar-benar mengalir, bukan sekadar angka yang terlihat gagah di atas kertas.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-