JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Gedung PWNU Jawa Tengah.
Kegiatan ini dihadiri mahasiswa Nahdliyin dari seluruh Jawa Tengah, perwakilan Banom NU, serta tamu undangan dari Kapolda Jawa Tengah dan Kesbangpol Jateng.
Acara pelantikan mengusung tema besar “Memperkuat Gerakan Mahasiswa Nahdliyin: Sustainability and Social Justice Kontribusi Nyata untuk Indonesia Maju”.
Tema ini menegaskan komitmen mahasiswa NU untuk tidak hanya bergerak dalam ranah wacana, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata yang berkelanjutan serta berkeadilan bagi kemajuan bangsa.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Koordinator Wilayah BEM PTNU Jawa Tengah, Saaik Hisyam Ashari, menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai agen intelektual dan penggerak masyarakat.
“Di tengah dinamika global dan tantangan nasional—mulai dari disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, hingga penguatan demokrasi—mahasiswa Nahdliyin harus hadir dengan solusi berbasis keilmuan, kearifan lokal, dan semangat rahmatan lil ‘alamin,” tegas Hisyam.
Ia juga menambahkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperteguh komitmen gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan berdampak nyata.
Pesan Pembina BEM PTNU Jateng
Pembina Wilayah BEM PTNU Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Musahadi, menekankan pentingnya memperkuat identitas gerakan mahasiswa NU.
“BEM PTNU harus menjadi garda depan perubahan yang berlandaskan nilai-nilai NU. Peran kalian adalah menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan inovasi mahasiswa untuk kemaslahatan umat. Orientasi kita harus jelas: pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan,” pesan Prof. Musahadi.
Dukungan Aparatur Negara
Kehadiran perwakilan Kapolda dan Kesbangpol Jawa Tengah dalam acara ini menunjukkan dukungan serta apresiasi aparatur negara terhadap peran strategis gerakan mahasiswa Nahdliyin dalam menjaga kerukunan sekaligus berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa
Puncak acara Muskerwil ditandai dengan Istighotsah yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh. Doa-doa dipanjatkan secara khidmat untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa Indonesia.
Momentum spiritual tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah perubahan dan pembangunan harus dilandasi dengan nilai ketuhanan serta semangat spiritualitas.
BACA JUGA:BEM PTNU Dukung Penuh PBNU Pasca Demo di Depan PBNU Tak Bermoral