JAKARTA, Semaraknews.co.id – Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, tak kaget sama sekali ketika Jokowi blak-blakan mendukung duet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk lanjut dua periode. Menurutnya, sikap Jokowi itu sudah masuk akal sejak awal.
“Pertama, karena Pak Jokowi mungkin ada kecocokan dengan Pak Prabowo. Kedua, wapresnya kan Mas Gibran yang notabene adalah anak Pak Jokowi,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Sabtu, 20 September 2025.
Golkar sendiri adalah partai koalisi pemerintah yang juga kebagian kursi menteri di Kabinet Merah Putih. Namun, Sarmuji masih menutup rapat soal apakah Golkar bakal ikut-ikutan bikin pernyataan resmi mendukung dua periode Prabowo–Gibran seperti yang sudah dilakukan Jokowi.
Menurutnya, Jokowi jelas punya kalkulasi pribadi ketika mendukung Gibran kembali nyalon sebagai wakil, meskipun itu berarti putra sulungnya harus mengubur ambisi maju sebagai calon presiden di Pilpres 2029.
BACA JUGA:Prabowo Siap Pindahkan 4.000 ASN ke IKN
“Wajar kalau Pak Jokowi mendukung Presiden Prabowo-Wapres Gibran dua periode. Justru aneh kalau yang didukung Pak Prabowo (dengan) orang lain,” tegasnya.
Seperti diketahui, Jokowi sebelumnya sudah memberi arahan kepada Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) agar solid mendukung Prabowo–Gibran hingga 2029. Ia menekankan, sikap itu bukan mendadak, melainkan konsisten sejak awal. “Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (mendukung Prabowo-Gibran memimpin dua periode),” kata Jokowi di rumahnya di Sumber, Solo, Jumat, 19 September 2025.
Golkar lagi-lagi membuktikan diri sebagai partai paling “gemuk” di Kabinet Merah Putih. Dalam reshuffle terakhir, partai berlambang pohon beringin ini tercatat masih menggenggam 8 kursi menteri. Artinya, meskipun ada pergeseran posisi—seperti dicopotnya Dito Ariotedjo dari kursi Menpora—jatah Golkar tidak berkurang sebiji pun.
Deretan kader Golkar yang nongkrong di kabinet cukup panjang: Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), Meutya Hafid (Menkomdigi), Nusron Wahid (ATR/BPN), Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga), Agus Gumiwang (Menteri Perindustrian), Maman Abdurrahman (Menteri UMKM), hingga Mukhtarudin (Menteri P2MI). Dengan line-up ini, Golkar jadi partai yang paling banyak menanam kadernya di lingkaran kekuasaan.
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, sejak awal memang konsisten merapat ke barisan Prabowo-Gibran. Ia pernah bilang dukungan Jokowi kepada pasangan ini “sudah jelas” sejak sebelum Pilpres 2024. Bahkan, ketika muncul perdebatan soal presiden boleh atau tidak memihak dalam politik, Airlangga dengan enteng menjawab bahwa itu bukan pelanggaran konstitusi.