Warganet Ngeluh Cuaca Panas Belakangan Ini, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Minggu 28-09-2025,12:59 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.ID - Lini masa media sosial X dalam beberapa hari terakhir ramai dengan keluhan warganet soal cuaca panas yang bikin gerah.

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa udara terasa makin pengap, bahkan ada yang mengaitkannya dengan tanda-tanda musim penghujan akan segera tiba.

Salah satu akun menulis, "Ini tuh karena mau hujan kan jadinya panas. Mana panasnya tuh beda sama panas musim kemarau. Panas karena mau turun hujan tuh buset gak enak bgt di badan," tulis pengguna dengan nama @s******9.

Komentar serupa juga datang dari akun lain. "Ih iya, pengap bgt rasanya. Air nguap, nyawa pun rasanya ngikut nguap," ungkap @ae***g di hari yang sama.

Lalu, apa benar udara panas ini ada kaitannya dengan hujan? Atau justru ada penyebab lain yang lebih kompleks?

BACA JUGA:Segera Berakhir! Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Barat Hanya Sampai 30 September 2025

Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya buka suara soal fenomena yang bikin heboh ini. Menurut Supari, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, penyebab utama cuaca panas belakangan ini bukan semata-mata karena hujan mau turun, melainkan karena berkurangnya jumlah awan di langit Indonesia.

“Dalam beberapa hari terakhir, hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang. Hal ini disebabkan adanya pusat tekanan rendah di utara Indonesia, termasuk badai tropis Bualoi,” jelas Supari, Sabtu (27/9/2025).

Ia menambahkan, munculnya tekanan rendah ini membuat massa uap air banyak terbawa ke Laut Cina Selatan dan perairan timur Filipina. Artinya, awan-awan lebih banyak terbentuk di luar wilayah Indonesia.

“Di sisi lain, wilayah selatan Indonesia seperti Jawa justru sedikit sekali terbentuk awan. Nah, kondisi inilah yang bikin cuaca jadi lebih panas dan pengap,” ujarnya.

BMKG memperkirakan kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Begitu badai tropis melemah dan pusat tekanan rendah hilang, curah hujan di Indonesia diprediksi akan kembali meningkat.

Kenapa Udara Panas Muncul Sebelum Hujan?

BACA JUGA:Soal Kasus Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Malaysia, FAM Tuding Ada Sabotase Indonesia?

Meski cuaca panas saat ini lebih dipengaruhi faktor badai tropis dan minimnya awan, ternyata ada juga fenomena udara panas sebelum hujan turun.

Kepala Sub Koordinator Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena pelepasan energi panas dari awan hujan.

“Sebelum hujan turun, awan akan mengeluarkan energi panas dalam jumlah besar. Itulah kenapa kita bisa merasakan hawa gerah dan panas beberapa menit sebelum hujan deras turun,” jelas Agie.

Menurutnya, fenomena ini biasanya berlangsung antara 15 menit hingga 1 jam. Setelah hujan turun, udara pun mendadak lebih dingin dan segar.

“Energi panasnya sudah dilepas, berganti dengan energi dingin dari hujan,” tambahnya.

Agie juga menekankan bahwa kondisi ini tidak ada kaitannya langsung dengan transisi musim kemarau ke musim hujan. “Fenomena ini bisa dirasakan kapan saja, meski memang biasanya lebih sering muncul di periode Desember hingga Maret,” terangnya.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Dari penjelasan BMKG, ada dua hal penting yang perlu diketahui soal cuaca panas akhir-akhir ini:

  1. Penyebab utama panas belakangan ini → adanya badai tropis Bualoi dan pusat tekanan rendah di utara Indonesia yang mengurangi pembentukan awan di sebagian besar wilayah Indonesia.

  2. Panas sebelum hujan → wajar terjadi karena awan melepas energi panas sebelum akhirnya menurunkan hujan deras.

 

Jadi, wajar kalau warganet merasakan cuaca makin gerah belakangan ini. Namun, jangan buru-buru mengaitkannya dengan musim penghujan. Kondisinya lebih kompleks dan sangat dipengaruhi faktor atmosfer serta pergerakan awan.

Kategori :