JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Fenomena langit tak biasa terjadi di wilayah Cirebon, Jawa Barat, ketika suara dentuman keras disertai munculnya bola api di langit mengejutkan warga.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berasal dari meteor berukuran sekitar 3 hingga 5 meter.
Thomas menyampaikan analisisnya berdasarkan sejumlah data yang berhasil dikumpulkan, salah satunya dari hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cirebon.
“Dentuman terdengar di wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon. BMKG mencatat adanya getaran di Stasiun Astanajapura (ACJM) pada pukul 11:39:12 UTC atau 18:39:12 WIB dengan arah azimut 221 derajat, mengarah ke barat daya,” tulis Thomas dalam blog pribadinya pada Senin, 6 Oktober 2025.
BACA JUGA:Viral! Video Diduga Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon, Picu Kebakaran! Begini Kata LAPAN
Selain data seismik, Thomas juga mengamati rekaman CCTV yang memperlihatkan bola api melintas di langit.
Beberapa warga di Tasikmalaya pun mengaku melihat cahaya terang menyerupai meteor.
Dari berbagai bukti tersebut, Thomas menyimpulkan bahwa meteor yang menimbulkan dentuman di Cirebon berukuran cukup besar dan melintas dari arah barat daya.
Meteor tersebut melewati selatan Pulau Jawa hingga mencapai wilayah Kuningan dan Cirebon pada sekitar pukul 18.35–18.39 WIB.
Fenomena serupa, kata Thomas, pernah terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, pada tahun 2009.
Saat itu, meteor yang jatuh berukuran lebih besar hingga menyebabkan kaca rumah warga bergetar akibat gelombang kejut.
“Jika dibandingkan dengan meteor Bone 2009 yang dentumannya terdengar sampai radius 10 kilometer, meteor di Cirebon kali ini memang lebih kecil. Namun, ukurannya tetap cukup besar untuk menimbulkan suara ledakan dan getaran,” jelasnya.
Thomas memperkirakan meteor di Bone memiliki diameter sekitar 10 meter, sedangkan meteor Cirebon hanya sekitar 3 hingga 5 meter.
BACA JUGA:Hotman Paris Tolak Penyataan Polda Jabar Soal 2 DPO 'Fiktif' dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon