Sebelumnya, masyarakat di sejumlah wilayah Cirebon dikejutkan dengan suara ledakan keras yang terdengar hingga belasan kilometer.
Beberapa warga bahkan sempat merekam penampakan bola api yang jatuh di langit kawasan Kecamatan Lemahabang, Cirebon Timur.
Bahaya meteor yang jatuh ke Bumi tergantung pada ukuran, kecepatan, dan lokasi jatuhnya. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Gelombang Kejut dan Suara Ledakan
Meteor besar yang masuk atmosfer bisa menimbulkan ledakan sonik atau gelombang kejut (shockwave).
Contoh:
- Meteor Chelyabinsk (Rusia, 2013) meledak di udara dan menyebabkan lebih dari 1.500 orang terluka akibat pecahan kaca dan tekanan udara.
- Dentuman di Cirebon baru-baru ini merupakan contoh gelombang kejut dari meteor berukuran sedang.
BACA JUGA:Aneh! Linda Tiba-tiba Mengaku Tak Dekat dengan Vina Cirebon Dihadapan Polisi
2. Panas dan Kebakaran
Jika meteor terlalu besar dan tidak habis terbakar di atmosfer, serpihannya bisa jatuh ke tanah dalam keadaan panas. Hal ini bisa memicu kebakaran lahan atau hutan di area jatuhnya.
3. Dampak Tumbukan (Impact)
Meteor dengan ukuran di atas 25 meter yang jatuh langsung ke permukaan Bumi bisa menimbulkan ledakan besar setara bom nuklir kecil, meninggalkan kawah besar, dan menghancurkan area di sekitarnya.
4. Gangguan Atmosfer dan Iklim (Untuk Meteor Raksasa)
Jika meteor berdiameter lebih dari 1 km, tumbukannya bisa mengangkat debu dan partikel ke atmosfer dalam jumlah besar, menyebabkan penurunan suhu global (global cooling) dan gangguan ekosistem. Peristiwa seperti inilah yang diduga menyebabkan kepunahan dinosaurus 66 juta tahun lalu.
5. Serpihan dan Pecahan Batu Luar Angkasa
Kadang meteor pecah di udara, dan fragmennya jatuh di area luas. Batu-batu meteor ini bisa berbahaya jika mengenai manusia, kendaraan, atau bangunan, meskipun kasusnya sangat jarang.