Prabowo Ungkap Bahaya Kritik Bermotif Buruk, Tekankan Transparansi Pemerintah

Jumat 20-03-2026,16:00 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah sejatinya merupakan hal penting dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua kritik disampaikan dengan niat yang baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum diskusi bersama jurnalis senior, pakar, dan ekonom di Hambalang, yang ditayangkan melalui kanal YouTube dalam program bertajuk Presiden Prabowo Menjawab pada Kamis, 19 Maret 2026.

Menurut Prabowo, kritik yang berbasis fakta dan realita lapangan sangat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat.

Sebaliknya, ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang menyampaikan kritik dengan tujuan memicu sentimen negatif di masyarakat.

BACA JUGA:Chelsea dan LA Lakers Bakal Datang ke Indonesia, Janji Todd Boehly Usai Bertemu Prabowo di Washington DC

“Semua kritik itu baik dan membantu, tapi ada yang menyampaikan kritik dengan motivasi tidak baik, seperti menimbulkan kebencian, kecurigaan, atau kecemasan. Hal seperti ini tentu tidak sehat,” ujar Prabowo.

Pemerintah Tidak Anti Kritik!

Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah yang ia pimpin tidak pernah menutup diri terhadap kritik.

Selama kritik tersebut disampaikan berdasarkan fakta dan kondisi nyata di lapangan, pemerintah justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Ia juga mencontohkan bagaimana informasi penting bisa datang dari berbagai sumber, termasuk dari masyarakat langsung, bahkan anak-anak.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengisahkan pengalaman ketika menerima laporan mengenai kondisi pendidikan di daerah terpencil.

Ia mengaku tersentuh saat melihat sebuah video yang menunjukkan perjuangan seorang siswi di Nias.

BACA JUGA:Bahlil Naik Peran! Prabowo Tunjuk Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional

Kisah Siswi di Nias Jadi Perhatian

Dalam diskusi tersebut, diputarkan video seorang siswi kelas 12 di Nias yang harus menyeberangi sungai demi bisa berangkat ke sekolah. Kondisi berbahaya itu membuat siswi tersebut berani menyampaikan harapannya langsung kepada Presiden.

Momen tersebut, menurut Prabowo, menjadi pengingat nyata bahwa masih ada persoalan mendasar yang harus segera ditangani pemerintah.

“Ini soal nyawa. Ini bukan hal kecil,” tegasnya.

Komitmen Dengarkan Suara Rakyat

Kategori :