Prabowo Masih Disayang Rakyat? IPO Ungkap 63 Persen Puas, Tapi 35 Persen Mulai Gerah

Sabtu 08-08-2026,20:57 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto masih mendapat penilaian positif dari mayoritas publik. Namun, di balik angka kepuasan yang terlihat cukup nyaman, ada pula 35 persen responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintahannya.

Temuan tersebut berasal dari survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai dominasi responden yang puas menunjukkan persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo masih relatif stabil.

“Masih didominasi tingkat kepuasan dibanding yang tidak, ini indikasi jika mayoritas masyarakat masih melihat upaya pemerintah bekerja dalam koridor yang benar,” kata Dedi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Dalam survei tersebut, sebanyak 57 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Prabowo, sementara 6 persen lainnya menyatakan sangat puas. Jika digabung, tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen.

Di sisi lain, sebanyak 30 persen responden menyatakan tidak puas dan 5 persen mengaku sangat tidak puas. Adapun 2 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Dengan demikian, total ketidakpuasan publik berada di angka 35 persen.

BACA JUGA:Prabowo: Orang yang Tak Pernah Susah dan Menderita, Jangan Harap Jadi Bos

Lantas apa yang membuat mayoritas publik masih memberi nilai positif kepada Prabowo? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata menjadi jawaban yang paling banyak muncul. Sebanyak 15,7 persen responden menyebut program tersebut sebagai faktor yang membuat mereka memiliki persepsi positif terhadap Presiden.

Faktor berikutnya adalah persepsi bahwa Prabowo aktif memberantas korupsi. Sebanyak 12,5 persen responden menyebut hal tersebut sebagai alasan penilaian positif. Bantuan sosial menyusul dengan 11 persen, sedangkan 7,2 persen menilai program pemerintah sudah memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung.

Ada pula publik yang menyukai gaya kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 5,8 persen responden mengapresiasi karakter kepemimpinan Presiden yang dinilai tegas dan tidak pandang bulu.

Sebanyak 4 persen responden menilai Prabowo mampu menghadapi berbagai situasi krisis. Sementara 3,8 persen melihat kondisi ekonomi menjadi lebih baik di bawah pemerintahannya. Adapun 3,5 persen menilai Prabowo memiliki kepedulian terhadap rakyat.

Penilaian positif lainnya datang dari sejumlah isu yang lebih dekat dengan kehidupan dan posisi Indonesia di dunia. Faktor tersebut antara lain kemudahan memperoleh pekerjaan, stabilitas politik, meningkatnya penghormatan negara lain terhadap Indonesia, perhatian terhadap isu internasional, serta kepedulian terhadap kelompok masyarakat tertentu.

BACA JUGA:MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Yusril Balas Menohok! Masalahnya Bukan Kurang Hukum, Tapi Moral yang Keropos

Dedi mengatakan temuan survei tersebut memperlihatkan bahwa publik cenderung menilai pemerintah berdasarkan manfaat kebijakan yang benar-benar mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan kepercayaan publik.

“Meskipun ada beberapa faktor yang menjadi catatan, tetapi secara umum Presiden Prabowo Subianto masih dianggap bekerja dengan baik,” ujar Dedi.

Meski angka kepuasan masih lebih besar, IPO mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, 35 persen ketidakpuasan tetap menjadi angka yang cukup signifikan dan menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang belum merasa kinerja pemerintah sesuai harapan.

Kategori :