Orang Tua Santri Ungkap Kronologi Keracunan MBG di Sidoarjo

Rabu 02-09-2026,09:46 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali tersandung persoalan. Kali ini, sebanyak 566 santri dan siswa di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Selasa, 1 September 2026.

Alih-alih kenyang dan mendapat asupan bergizi, ratusan pelajar justru harus berurusan dengan pusing, mual, muntah hingga diare. Sejumlah orang tua korban pun mulai menceritakan bagaimana kejadian tersebut berlangsung.

Siti Aminah, salah satu orang tua santri, mengaku baru mengetahui anaknya menjadi korban sekitar pukul 21.00 WIB. Ia sebelumnya melihat kabar mengenai dugaan keracunan tersebut beredar di media sosial.

“Ini kan viral di TikTok, terus saya langsung telepon ustazahnya. Ternyata anak saya sudah dilarikan ke rumah sakit,” ujar Aminah kepada awak media, Rabu, 2 September 2026.

Anak Aminah yang duduk di kelas IX SMP diketahui menyantap menu MBG sekitar pukul 13.00 WIB. Hampir seluruh makanan dihabiskan, kecuali tumis buncis.

Namun sekitar pukul 15.30 WIB, kondisi anaknya mulai berubah. Ia mengeluhkan pusing, mual dan mengalami diare.

Yang bikin orang tua makin bertanya-tanya, menurut Aminah, tidak ada tanda-tanda aneh ketika makanan tersebut disantap. Bau dan rasa makanan juga disebut masih normal.

BACA JUGA:Cara Hitung Uang Saku Program Magang Nasional 2026, Ada Potongan Tak Terduga

“Enggak kerasa bau atau asam gitu. Jadi ya langsung dihabiskan,” tuturnya.

Peristiwa itu rupanya meninggalkan persoalan lain. Anak Aminah kini mengalami trauma dan enggan kembali menyantap menu MBG. Padahal sebelum pondok tempatnya belajar menerima program tersebut, sang anak terbiasa membeli makanan sendiri di kantin dan tidak pernah mengalami keracunan.

“Ya pasti trauma. Kalau bisa enggak usah MBG lagi. Dulu anak saya biasa beli sendiri di kantin pondok, enggak pernah keracunan,” ujarnya.

Ada Korban yang Baru Tumbang Keesokan Harinya

Cerita serupa datang dari Renni, orang tua santri lainnya. Bedanya, anak Renni tidak langsung menunjukkan gejala setelah menyantap MBG pada Selasa siang.

Gejala justru baru muncul pada Rabu pagi, 2 September 2026. Karena sebelumnya merasa baik-baik saja, anaknya baru dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB.

“Gejalanya itu baru pagi tadi, pusing dan mual. Kemarin malah ikut bantu evakuasi teman-temannya ke rumah sakit,” kata Renni.

Kategori :