178 Orang Diduga Keracunan Usai Makan Siang, PPDS Unair Mendadak Diliburkan
Sebanyak 178 orang diduga keracunan setelah menyantap makan siang di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Kegiatan prapendidikan PPDS Unair dihentikan sementara.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Makan siang yang seharusnya cuma urusan perut malah berujung ke rumah sakit. Sebanyak 178 orang yang terdiri atas mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan karyawan RSUD Dr Soetomo Surabaya diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang disediakan rumah sakit pada Senin, 28 September 2026.
Peristiwa itu kemudian membuat kegiatan prapendidikan PPDS dihentikan sementara. Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan, para peserta awalnya menerima nasi kotak sekitar pukul 11.30 WIB.
Menu makan siang tersebut sebenarnya terdengar biasa saja. Ada nasi, telur rebus, daging rendang, sayur, dan acar. Namun sekitar 30 menit setelah makanan disantap, sejumlah peserta mulai mengalami mual, muntah, hingga pusing.
Gejala tersebut muncul satu per satu hingga kegiatan prapendidikan akhirnya dihentikan. Total 178 orang diduga mengalami keracunan, dengan mayoritas merupakan peserta PPDS.
“Total ada 178 orang diduga keracunan. Rinciannya, 172 orang PPDS dan 6 karyawan Dr Soetomo,” kata Cita kepada awak media, Selasa, 29 September 2026.
Menariknya, tidak semua orang yang menyantap makanan tersebut mengalami keluhan. Cita mengatakan sejumlah peserta yang vegetarian justru tidak merasakan gejala apa pun. Mereka diketahui hanya menyantap telur dan sayuran.
BACA JUGA:Prabowo Takziah ke Rumah Megawati, Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun
Dari situ, dugaan sementara kemudian mengarah kepada daging rendang. Tetapi pemerintah rumah sakit belum bisa menunjuk rendang sebagai biang kerok sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kalau peserta vegetarian yang hanya makan telur dan sayur itu aman. Jadi mungkin dari pengolahan daging. Tapi harus ditunggu hasil laboratoriumnya,” jelas Cita.
Sebanyak 12 orang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan. Namun seluruh pasien tersebut kini sudah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan dengan rawat jalan.
Cita mengatakan makanan yang dikonsumsi para peserta PPDS berasal dari penyedia jasa katering yang berlokasi di Sidoarjo. Evaluasi terhadap penyedia makanan akan dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.
Di sisi lain, kegiatan prapendidikan PPDS Unair memang belum selesai. Program tersebut berlangsung sejak 7 September hingga 2 Oktober 2026. Namun insiden keracunan membuat agenda pendidikan itu untuk sementara harus berhenti.
Perwakilan Hubungan Masyarakat Unair Gesang Manggala mengatakan pihak kampus kini lebih dulu memastikan kondisi seluruh peserta. Urusan belajar untuk sementara bisa dikesampingkan, sebab kalau satu kelas malah sibuk antre berobat, tentu bukan pendidikan kedokteran yang sedang berlangsung.
“Saat ini kegiatan Pradik diliburkan. Fokus kami memastikan peserta PPDS sehat dulu,” kata Gesang kepada awak media.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-