Dengan target penerbitan laporan pada Oktober dan rencana penyederhanaan portofolio menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun, Danantara menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus. Laporan keuangan harus segera diselesaikan, sementara restrukturisasi BUMN perlu berjalan dengan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi publik, persoalannya bukan semata-mata kapan laporan itu diterbitkan atau berapa banyak perusahaan yang akan dilebur dan ditutup. Yang tidak kalah penting ialah apakah laporan tersebut mampu memperlihatkan kondisi keuangan secara transparan, sekaligus menjelaskan bagaimana keputusan penataan BUMN diambil dan dipertanggungjawabkan.
Kategori :