Danantara Kejar Rilis Laporan Keuangan Oktober, BPK Masih Bongkar Isi Dapur BUMN
Danantara menargetkan laporan keuangan 2025 terbit Oktober 2026. BPK mengaudit laporan konsolidasian di tengah penataan BUMN menuju 200 perusahaan.-Foto: Dok. Danantara-https://www.danantaraindonesia.co.id/
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Danantara Indonesia menargetkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 rampung dan diumumkan pada Oktober 2026. Namun, sebelum laporan itu dibuka ke publik, badan pengelola investasi tersebut masih harus melewati proses pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang akan menilai kewajaran laporan sekaligus tata kelola keuangan di dalamnya.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan harapan agar laporan tersebut dapat diselesaikan bulan ini. Pernyataan itu disampaikannya seusai menghadiri Executive Breakfast Meeting Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
“Insyaallah mudah-mudahan bulan ini (Oktober 2026) selesai,” ujar Dony, seperti dikutip Antara.
Laporan keuangan tersebut saat ini masih dalam tahap audit oleh BPK. Danantara juga menggunakan jasa Ernst & Young, salah satu perusahaan yang masuk kelompok auditor besar dunia atau Big Four.
Penerbitan laporan keuangan menjadi salah satu agenda penting bagi Danantara, yang mengelola investasi dan berbagai perusahaan milik negara. Publikasi laporan itu diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai kondisi keuangan entitas yang berada dalam struktur pengelolaannya.
Namun, pekerjaan Danantara tidak berhenti pada urusan laporan keuangan. Di saat proses audit berlangsung, perusahaan tersebut juga melanjutkan penataan dan restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN). Targetnya, jumlah perusahaan yang dikelola dapat dipangkas menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.
Dony menjelaskan, penyederhanaan struktur BUMN atau streamlining dilakukan melalui beberapa jalur. Skemanya meliputi penutupan atau likuidasi perusahaan, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi.
Untuk perusahaan yang masih dipertahankan tetapi membutuhkan perbaikan kondisi keuangan, Danantara menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penambahan ekuitas dan injeksi aset hingga restrukturisasi pinjaman.
Menurut Dony, proses pemetaan perusahaan ke dalam masing-masing skema tersebut telah dilakukan. Dengan demikian, target pengurangan jumlah perusahaan bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan bagian dari agenda penataan portofolio BUMN yang sedang dijalankan.
Di sisi lain, pemeriksaan BPK akan menjadi bagian penting dalam menguji kewajaran laporan keuangan konsolidasian Danantara tahun buku 2025. Pemeriksaan ini sebelumnya telah dimulai dan mencakup Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, PT Danantara Aset Manajemen, PT Danantara Investasi Manajemen, serta seluruh BUMN yang berada dalam struktur BPI Danantara.
Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan badan investasi negara itu.
“BPK berkomitmen mengawal tata kelola dan akuntabilitas BPI Danantara sebagai fondasi pelaporan keuangan yang berkualitas,” kata Slamet.
Dalam pemeriksaan tersebut, BPK akan menilai apakah laporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi, mengungkapkan informasi secara memadai, mematuhi ketentuan perundang-undangan, serta didukung sistem pengendalian internal yang efektif.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-