Prabowo Disanjung Ganteng saat Tinjau Banjir, Malah Lempar Spotlight ke Teddy

Prabowo Disanjung Ganteng saat Tinjau Banjir, Malah Lempar Spotlight ke Teddy

Prabowo disanjung ganteng saat tinjau banjir Bali, tapi malah lempar spotlight ke Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyambangi gang kecil di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali, Sabtu, 13 September 2025. Gang itu baru saja jadi langganan banjir karena lokasinya dekat aliran sungai.

Baju safari cokelat, celana hitam, dan sepatu bot kuning jadi seragam tempur Prabowo saat menembus lokasi banjir.

Turut mendampingi Sekretaris Presiden Teddy Indra Wijaya, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur Bali Wayan Koster. Dari jauh, anggota TNI tampak sibuk mengais sampah di sungai.

Begitu melihat rombongan, warga langsung teriak. “Prabowo bantu kami,” pinta seorang warga. Dengan gaya khasnya, Prabowo melambaikan tangan sambil menjawab, “Pasti kami bantu.”

BACA JUGA:Banjir Bali Bikin Hidup Kocar-Kacir, Gibran Cuma Titip Pesan: Tenang Semua

Tapi yang bikin suasana jadi cair justru bukan soal banjir, melainkan soal wajah. Ketika belasan warga maju mendekat, seorang perempuan tiba-tiba nyeletuk. “Ganteng juga bapak. Biasanya lihat di televisi,” ucapnya sambil menjabat tangan Presiden. Prabowo santai menimpali, “Oh gitu?”

Si ibu lalu melirik ke arah Teddy yang berdiri di samping Prabowo. “Pak Teddy,” ujarnya sambil menunjuk. Prabowo cepat menyalakan candaan. “Yang lebih ganteng Pak Teddy ya?” katanya, membuat beberapa warga tergelak. Di tengah suasana banjir, obrolan soal kegantengan ini seolah jadi hiburan gratis.

Padahal, kedatangan Prabowo ini punya agenda serius, yakni meninjau dampak banjir sekaligus memastikan pemerintah hadir. Tinjauan ini dilakukan setelah sehari sebelumnya ia terbang dari Qatar, usai bertemu Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi pada Jumat, 12 September 2025.

Meski Prabowo dan rombongan datang dengan janji bantuan, BNPB sudah mengabarkan bahwa banjir besar di Bali per 10 September dinyatakan surut. “Untuk banjir di Bali yang tanggal 10 September sangat masif diberitakan, sekarang dinyatakan selesai tidak ada lagi genangan air di manapun,” kata Kepala BNPB Suharyanto.

BACA JUGA:Menteri Pigai Usul Bikin Lapangan Demokrasi Biar Demo Jadi Tertib di Halaman Gedung DPR

Kendati demikian, dampak banjir masih terasa. Data BNPB mencatat ada 185 orang yang masih tinggal di posko pengungsian pada malam hari, meski siangnya mereka pulang membersihkan rumah. Tim gabungan juga tetap mencari korban yang dilaporkan hilang.

“Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang, golden time dalam pencarian korban itu enam atau tujuh hari,” ujar Suharyanto.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya