Operasi Bersih-Bersih! Puluhan Pegawai Pajak Dipecat, Purbaya: 'Sekarang Bukan Saatnya Main-Main!
Purbaya Yudhi Sadewa -Foto: Antara-
SEMARAKNEWS.CO.ID - Langit birokrasi pajak tengah bergemuruh. Di tengah upaya pemerintah menegakkan integritas lembaga keuangan negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berdiri tegas di garis depan, mendukung langkah berani Direktur Jenderal Pajak (DJP) Bimo Wijayanto yang memecat puluhan pegawai karena terlibat praktik penyimpangan dan dugaan suap.
Langkah ini bukan sekadar tindakan administratif, tetapi simbol kebangkitan moral dan disiplin baru di tubuh otoritas pajak — lembaga yang menjadi tulang punggung penerimaan negara dan sorotan utama publik.
“Tidak Ada Ampun untuk yang Menyalahgunakan Wewenang”
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan pemecatan ini merupakan bagian dari operasi besar “bersih-bersih” demi mengembalikan kepercayaan publik serta menjaga marwah institusi pajak.
“Ya dipecat. Jadi mungkin dia (Dirjen Pajak) menemukan orang-orang yang menerima uang, yang enggak bisa diampuni lagi, ya dipecat, ya biar aja,” tegas Purbaya saat ditemui di Gedung Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
BACA JUGA:Era Baru Energi Indonesia! Prabowo Minta Bensin Dicampur Etanol 10%, Impor BBM Bakal Turun Drastis!
Nada suaranya lugas, tanpa ragu sedikit pun. Bagi Purbaya, tidak ada ruang kompromi bagi oknum yang mencoreng nama lembaga.
Ia menambahkan, sebagian besar pegawai yang dipecat terbukti menerima uang di luar kewenangan — pelanggaran berat yang pantas dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
“Kita lakukan pembersihan di situ. Jadi pesannya adalah ke teman-teman pajak, sekarang bukan saatnya main-main lagi,” ujarnya memberi peringatan keras.
Reformasi Pajak Masuk Babak Baru
Langkah berani ini menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Tak ada lagi ruang bagi mereka yang bermain di wilayah abu-abu atau mempermainkan kewenangan untuk keuntungan pribadi.
Sebelumnya, dalam acara peluncuran Piagam Wajib Pajak di Jogja Expo Center, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa sejak Mei 2025, pihaknya telah memecat 26 pegawai karena terbukti melakukan kecurangan, sementara 13 pegawai lainnya masih menunggu keputusan pemecatan.
Dalam keterangannya, Bimo menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan tanpa pandang bulu, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga integritas dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap DJP.
“Ini bukan sekadar penegakan disiplin, tapi langkah serius membangun budaya kerja yang jujur dan bersih,” ujar Bimo.
Integritas Jadi Nafas Baru DJP
Gerakan bersih-bersih di tubuh DJP ini juga menunjukkan bahwa reformasi pajak kini tidak hanya menyentuh aspek sistem dan teknologi, tetapi juga nilai moral dan etika para pegawainya.
Purbaya menyebut, pemerintah berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan, kejujuran adalah kunci utama agar setiap pegawai dapat menjadi contoh bagi wajib pajak dan masyarakat luas.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-