Waspada Odometer Mobil Bekas Dimanipulasi! Begini Cara Mengetahui Jarak Tempuh Asli Sebelum Membeli
Odometer-Ilustrasi-Berbagai Sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Membeli mobil bekas memang sering menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin memiliki kendaraan dengan harga lebih terjangkau.
Namun, di balik harga yang lebih murah, pembeli juga perlu lebih berhati-hati.
Salah satu hal yang sering menjadi daya tarik utama saat membeli mobil bekas adalah jarak tempuh atau kilometer rendah pada odometer.
Tidak sedikit konsumen yang langsung tertarik ketika melihat mobil dengan angka kilometer kecil.
Biasanya, mobil dengan jarak tempuh rendah dianggap memiliki kondisi mesin yang lebih baik dan usia pakai yang masih panjang.
Namun sayangnya, tidak semua angka yang tertera pada odometer benar-benar mencerminkan kondisi asli kendaraan.
Di pasar mobil bekas, masih ada oknum penjual yang memanipulasi angka kilometer agar mobil terlihat lebih menarik dan bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
BACA JUGA:BYD Scorpio X1 Resmi Meluncur! Motor Listrik Premium dengan Jarak Tempuh 200 Km Sekali Cas
Praktik Manipulasi Odometer Masih Sering Terjadi
Manipulasi odometer sebenarnya bukan hal baru di dunia jual beli kendaraan bekas.
Beberapa penjual nakal sengaja memundurkan angka kilometer agar mobil tampak jarang digunakan. Dengan angka yang lebih rendah, nilai jual mobil bisa meningkat dan pembeli lebih mudah tergiur.
Padahal, kondisi mobil sebenarnya bisa saja sudah digunakan dalam jarak yang jauh lebih tinggi dari yang ditampilkan.
Karena itu, calon pembeli harus lebih jeli sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas.
Cara Mengetahui Odometer Mobil Bekas Dimanipulasi
Agar tidak menjadi korban kecurangan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengecek apakah angka kilometer pada mobil bekas masih asli atau sudah dimanipulasi.
1. Periksa Buku Servis Mobil
Cara paling mudah untuk memverifikasi jarak tempuh mobil adalah dengan melihat buku servis kendaraan.
Buku servis biasanya mencatat riwayat perawatan mobil secara lengkap, termasuk tanggal servis dan jumlah kilometer kendaraan saat itu.
Dengan melihat catatan tersebut, pembeli bisa membandingkan apakah angka kilometer yang tercatat sesuai dengan angka pada odometer saat ini.
Menurut Yudy, pemilik showroom mobil bekas Indigo Auto di Tangerang, buku servis bisa menjadi bukti penting untuk mengecek keaslian jarak tempuh mobil.
“Kalau ragu, lihat saja buku servisnya. Cocokkan kilometer di rekam jejak servis, sama tidak dengan odometernya,” ungkap Yudy.
Jika angka pada buku servis justru lebih besar dibanding angka di odometer saat ini, maka ada kemungkinan kilometer mobil sudah dimundurkan.
2. Perhatikan Tampilan Odometer
BACA JUGA:HP Baru 2026! Tecno Pova 8 Siap Masuk Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Selain melihat buku servis, pembeli juga bisa mengecek langsung kondisi fisik odometer pada mobil.
Menurut Rian dari showroom Bintang Cemerlang Mobilindo, baik odometer manual maupun digital sebenarnya tetap bisa dimanipulasi.
“Yang manual maupun digital sekarang bisa dikelabui angkanya,” ujar Rian.
Namun, untuk odometer manual biasanya ada beberapa tanda yang bisa dilihat secara kasat mata.
Misalnya:
- angka pada odometer tidak sejajar
- posisi angka terlihat tidak rata
- terdapat celah yang tidak normal pada angka
Jika angka terlihat tidak rapi, kemungkinan besar odometer pernah dibongkar atau dimodifikasi.
3. Amati Pergerakan Odometer Saat Mobil Berjalan
Cara sederhana lainnya adalah memperhatikan pergerakan jarum atau angka odometer saat mobil digunakan.
Pada mobil dengan odometer manual, jika jarum terlihat tidak stabil atau bergetar secara tidak wajar, hal ini bisa menjadi tanda bahwa mekanisme odometer pernah dimodifikasi.
Perubahan pada komponen mekanis odometer sering membuat pergerakannya menjadi tidak normal.
4. Periksa Baut di Bagian Dasbor
Untuk mobil dengan odometer digital, pengecekan memang sedikit lebih sulit.
Pasalnya, manipulasi pada sistem digital biasanya tidak bisa dilihat secara langsung.
Namun, pembeli tetap bisa melakukan pengecekan dengan melihat kondisi baut pada bagian dasbor atau panel instrumen.
Jika terdapat tanda-tanda seperti:
- baut lecet
- baut tidak rapi
- bekas pembongkaran panel
maka ada kemungkinan dasbor pernah dibuka untuk mengubah sistem odometer.
Jangan Hanya Terpaku pada Kilometer Rendah
Selain memeriksa odometer, calon pembeli mobil bekas juga sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka kilometer.
Ada beberapa aspek lain yang juga perlu diperhatikan, seperti:
- kondisi mesin
- riwayat servis kendaraan
- kondisi interior dan eksterior
- kondisi kaki-kaki mobil
- performa saat test drive
Dengan memeriksa berbagai aspek tersebut, pembeli bisa mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi mobil.
Tips Aman Membeli Mobil Bekas
Agar terhindar dari penipuan dalam transaksi mobil bekas, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Beli mobil dari showroom terpercaya
- Selalu cek buku servis kendaraan
- Lakukan test drive sebelum membeli
- Periksa kondisi mobil secara menyeluruh
- Jika perlu, gunakan jasa mekanik profesional untuk inspeksi
Langkah-langkah tersebut bisa membantu pembeli memastikan mobil yang dibeli benar-benar sesuai dengan kondisi yang ditawarkan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-