Dir BEM PTNU soroti MBG: Antara Harapan Besar dan Krisis Tata Kelola
Dir BEM PTNU soroti MBG: Antara Harapan Besar dan Krisis Tata Kelola-dok-
Mahasiswa memiliki posisi yang unik dalam ekosistem demokrasi Indonesia. Mereka bukan bagian dari birokrasi, bukan pula pelaku bisnis yang memiliki kepentingan ekonomi langsung terhadap program. Sebagai kelompok akademik yang relatif independen, mahasiswa memiliki kapasitas intelektual sekaligus keberpihakan moral kepada kepentingan publik.
BACA JUGA:Heboh! Isu Minyak Babi di Wadah Makan Program MBG Ternyata, Ini Penjelasan BPJPH
Pelibatan mahasiswa dalam pengawasan dapur-dapur MBG di daerah dapat menjadi instrumen kontrol sosial yang efektif. Kehadiran mereka bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat benar-benar sampai kepada rakyat. Bahwa kualitas makanan sesuai standar. Bahwa bahan baku benar-benar memberdayakan petani lokal. Dan bahwa tidak ada ruang bagi praktik penyimpangan yang merugikan negara maupun masyarakat.
Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak agenda besar bangsa justru menjadi kuat ketika melibatkan partisipasi publik yang luas. Transparansi bukan ancaman bagi pemerintah. Transparansi adalah fondasi kepercayaan.
MBG masih memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu warisan kebijakan sosial paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Namun peluang itu hanya akan terwujud jika pemerintah berani melakukan koreksi, membuka ruang pengawasan, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan program ini bukanlah seberapa besar anggaran yang terserap, melainkan seberapa banyak anak Indonesia yang tumbuh sehat, seberapa kuat petani lokal diberdayakan, dan seberapa besar kepercayaan publik dapat dipertahankan.
Program yang lahir untuk kemaslahatan rakyat tidak boleh dikerdilkan oleh buruknya tata kelola. Sebab ketika kepercayaan publik hilang, yang terancam bukan hanya reputasi sebuah lembaga, melainkan masa depan cita-cita besar yang sejak awal hendak diwujudkan.
Penulis: M. Nadhim Ardiansyah, Dir Pertanian dan Energi BEM PTNU
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-