Demokrasi Masuk Rahang Buaya, Sumarsih Sentil Prabowo 21 Bulan, Aroma Militerisme Kian Menyengat

Demokrasi Masuk Rahang Buaya, Sumarsih Sentil Prabowo 21 Bulan, Aroma Militerisme Kian Menyengat

Sumarsih mengkritik 21 bulan pemerintahan Prabowo yang dinilai mengarah pada militerisme dan berpotensi menggerus demokrasi serta HAM.-Foto: Kompas-

Ia menilai proses demokrasi melalui pemilihan umum belum berhasil melahirkan negarawan yang mampu menjaga penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sebaliknya, ia berpendapat kekerasan aparat terhadap masyarakat masih terus berlangsung.

Selain itu, Sumarsih juga mengkritik masih maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menurutnya belum mampu diberantas oleh pemerintah.

“Tumbuh dengan subur, jurang kemiskinan semakin melebar,” katanya.

Dalam forum tersebut, para peserta Aksi Kamisan turut menyampaikan kekhawatiran atas kondisi demokrasi yang dinilai terus mengalami penurunan kualitas. Mereka menilai ruang kritik terhadap pemerintah semakin sempit dan berpotensi dibungkam.

Mereka juga memandang pendekatan yang bercorak militeristik berisiko mengikis kebebasan sipil sekaligus meningkatkan tindakan represif terhadap pembela hak asasi manusia. Bagi mereka, situasi itu mengingatkan kembali pada praktik-praktik otoritarian yang pernah terjadi di masa lalu.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya