El Nino Mengamuk, BMKG Bunyikan Alarm! Prabowo Diminta Siaga Sebelum Indonesia Dilalap Asap dan Kekeringan

El Nino Mengamuk, BMKG Bunyikan Alarm! Prabowo Diminta Siaga Sebelum Indonesia Dilalap Asap dan Kekeringan

BMKG memperingatkan El Nino 2026 sudah aktif dan berpotensi sangat kuat. Risiko karhutla, kekeringan, hingga krisis air diprediksi meningkat.-Foto: Antara-

Salah satu strategi utama yang diperkuat ialah operasi modifikasi cuaca (OMC). Pelaksanaan operasi tersebut dilakukan berdasarkan analisis data meteorologi, tinggi muka air tanah di kawasan gambut, serta pemantauan titik panas atau hotspot.

“Kita menjaga agar permukaan air tetap berada pada kondisi normal sehingga lahan gambut tetap jenuh air dan tidak mudah terbakar,” jelasnya.

Selain membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, operasi modifikasi cuaca juga dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air di waduk-waduk strategis. Salah satunya dilakukan di kawasan Danau Toba agar tinggi muka air tetap mencukupi kebutuhan irigasi, penyediaan air bersih, serta operasional pembangkit listrik tenaga air.

Dalam rapat tersebut, BMKG turut menyampaikan sejumlah rekomendasi lintas sektor untuk menghadapi dampak El Nino.

Pada sektor pengelolaan lahan, BMKG mendorong penguatan pemantauan titik panas, patroli terpadu, pembasahan lahan gambut, pembangunan sekat kanal, hingga penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan.

Di sektor kesehatan, BMKG merekomendasikan peningkatan pemantauan kualitas udara, penguatan sistem prediksi dan peringatan dini berbasis konsentrasi PM2.5, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, serta pemantauan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sementara di sektor pertanian dan pangan, BMKG mengusulkan percepatan masa tanam sebelum defisit air mencapai puncak, penggunaan varietas tanaman berumur genjah, prioritas distribusi air pada fase pertumbuhan kritis, serta pembatasan pembukaan lahan pertanian di kawasan yang sangat rentan mengalami kekeringan.

Untuk sektor ekonomi, BMKG mendorong pemanfaatan prediksi musim sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, penguatan sistem pemantauan harga dan produksi pangan, serta peningkatan koordinasi dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.

Adapun di sektor energi, BMKG menyarankan pengelolaan waduk berbasis prediksi cuaca dan iklim agar pasokan air tetap optimal bagi pembangkit listrik, irigasi, dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, diversifikasi energi melalui optimalisasi pembangkit listrik tenaga gas, pembangkit listrik tenaga uap, serta pemanfaatan energi surya dan angin dinilai menjadi bagian penting dari strategi menghadapi musim kemarau panjang akibat El Nino.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya