Lulus Digembleng 45 Hari, Gaji Masih Misteri! Manajer Koperasi Merah Putih Cuma Disuruh Sabar
Ribuan lulusan SPPI resmi menjadi calon manajer Koperasi Merah Putih, tetapi besaran gaji dan rincian tugas masih belum diumumkan pemerintah.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ribuan lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) akhirnya resmi dinyatakan lulus setelah menjalani pendidikan dan pelatihan selama 45 hari yang digelar Kementerian Pertahanan. Namun, di balik seremoni kelulusan itu, satu pertanyaan paling mendasar justru belum mendapat jawaban, yakni berapa gaji yang akan mereka terima.
Salah satunya dirasakan Farrel Rafif Wibowo, 23 tahun. Lulusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta itu mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai besaran penghasilannya, meski sebentar lagi akan ditempatkan sebagai manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kami belum diberi tahu berapa gaji yang akan diterima,” kata Farrel usai mengikuti upacara penutupan pendidikan dan pelatihan SPPI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 31 Juli 2026.
Farrel menjelaskan, sejak proses rekrutmen hingga pelatihan berakhir, panitia belum pernah memaparkan nominal honorarium yang akan diterima peserta. Informasi yang mereka peroleh hanya sebatas janji bahwa rincian gaji akan disampaikan ketika penandatanganan kontrak kerja setelah dinyatakan lulus.
Para peserta nantinya akan dipekerjakan dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Meski kepastian penghasilan masih menggantung, Farrel mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Sebagai lulusan baru, ia lebih memprioritaskan kesempatan memperoleh pengalaman kerja profesional.
“Rinciannya masih menunggu informasi dari atasan,” ujarnya.
Tak hanya soal penghasilan, para calon manajer koperasi juga masih dibuat menunggu kejelasan mengenai tugas yang akan mereka emban di lapangan.
Farhan Juliansyah, 25 tahun, mengatakan selama pelatihan peserta baru mendapatkan gambaran umum mengenai peran seorang manajer koperasi. Adapun pembagian tugas secara rinci belum pernah disampaikan.
“Untuk rincian tugas nanti akan diinformasikan lagi karena di akun portal kami sendiri masih belum dikeluarkan,” tutur Farhan.
BACA JUGA:Anti Mainstream! 10 Ide Lomba 17 Agustus Lebih Kreatif, Bikin Peringatan RI Makin Meriah
Lulusan Arsitektur Universitas Bung Hatta, Padang, itu sebelumnya bekerja sebagai desainer arsitektur sebelum memutuskan mengikuti seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pada gelombang pertama, Kementerian Pertahanan meluluskan 33.785 peserta SPPI. Jumlah tersebut terdiri atas 28.626 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.159 calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-