Turki dan Saudi Kompak Menolak, Prabowo Tetap Ngotot Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

Turki dan Saudi Kompak Menolak, Prabowo Tetap Ngotot Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet peraih emas Asian Games 2026. Bonus ini tiga kali lipat dari SEA Games 2025.-Foto: Antara-

“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut,” kata Prabowo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum bertolak menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu dini hari, 9 April 2025.

Persoalannya, rencana tersebut kemudian memicu pro dan kontra karena dianggap beririsan dengan gagasan relokasi warga Gaza yang selama ini didorong Amerika Serikat dan Israel. Di tengah kekhawatiran itu, Prabowo berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak sedang menawarkan relokasi permanen.

“Oh tidak, tidak (relokasi). Untuk membantu,” kata Prabowo dalam Antalya Diplomacy Forum di Turki, Jumat, 11 April 2025.

Prabowo menyebut evakuasi tersebut sebagai tawaran kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk membantu warga Palestina yang terdampak perang. Ia juga kembali menegaskan bahwa pelaksanaannya harus mendapatkan persetujuan dari semua pihak.

“Nanti saya akan ketemu dengan pimpinan-pimpinan dari Palestina juga bagaimana cara nanti pelaksanaannya,” ucap Prabowo.

Di sinilah persoalannya menjadi lebih rumit. Indonesia ingin membantu, Prabowo menyebut evakuasi itu hanya sementara, tetapi Turki dan Arab Saudi justru melihat pemindahan warga Gaza dengan kacamata yang jauh lebih sensitif. Bagi mereka, jangan sampai alasan kemanusiaan malah berujung pada situasi di mana warga Palestina meninggalkan tanahnya sendiri dan sulit untuk kembali.

Jadi, persoalannya bukan sekadar apakah Indonesia punya pesawat untuk mengevakuasi 1.000 orang. Pertanyaan besarnya adalah apakah evakuasi tersebut benar-benar bisa menjamin warga Gaza kembali ke tanah mereka setelah kondisi membaik. Sebab dalam konflik Palestina, kata “sementara” punya sejarah panjang yang tidak selalu berakhir dengan kepulangan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya