Gempa NTT Belum Mau Berhenti, 4.258 Susulan Mengguncang, Korban Tewas Tembus 83 Jiwa

Gempa NTT Belum Mau Berhenti, 4.258 Susulan Mengguncang, Korban Tewas Tembus 83 Jiwa

BMKG mencatat 4.258 gempa susulan di NTT dan memprediksi aktivitas masih berlangsung 3-4 pekan. Korban tewas mencapai 83 jiwa.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Kalau warga Nusa Tenggara Timur berharap tanah segera berhenti berguncang setelah gempa utama bermagnitudo 7,7, tampaknya harapan itu masih harus ditunda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan rangkaian gempa susulan di NTT masih akan berlangsung selama tiga hingga empat pekan ke depan.

Sampai Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sudah ada 4.258 kejadian gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat dan 31 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan pada fase awal masih menunjukkan pola yang cukup rumit. Alih-alih segera mereda, jumlah gempa dalam beberapa hari pertama justru masih naik-turun dengan intensitas tinggi.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026, dikutip dari keterangan resmi BMKG.

Dengan kata lain, gempa susulan ini belum menunjukkan tanda-tanda mau benar-benar pensiun. Setelah sempat menurun pada hari ketiga hingga kelima, aktivitasnya kembali melonjak pada hari keenam menjadi 802 kejadian dalam sehari.

BACA JUGA:Ulama Sepuh PBNU Mulai Gerah, Muktamar ke-35 Disorot Gegara Dugaan Main Belakang

BMKG pun mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam setiap hari. Petugas terus memantau dan menganalisis jumlah kejadian gempa, magnitudo, sebaran sumber gempa, arah perkembangan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.

Masalahnya, di tengah gempa yang masih rajin datang tanpa diundang itu, jumlah korban jiwa juga terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, korban meninggal akibat gempa NTT telah mencapai 83 orang.

“Jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa. Yang semula yang kemarin kami sampaikan 75 jiwa bertambah 8 jiwa, dengan rincian bahwa yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan dalam konferensi pers pada Jumat sore.

Delapan korban tambahan itu tersebar di sejumlah wilayah. Dua orang meninggal di Kabupaten Manggarai, dua orang di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Kabupaten Nagekeo, dan satu orang di Kabupaten Ngada.

Bukan cuma angka kematian yang bertambah. BNPB juga mencatat korban luka akibat gempa NTT mencapai 986 orang. Jumlah tersebut bertambah 79 orang dibandingkan laporan sebelumnya.

Sementara itu, jumlah warga yang harus mengungsi juga melonjak menjadi 110.785 orang. Angka tersebut bertambah 18.050 orang dari laporan sebelumnya yang mencatat 92.735 pengungsi.

BACA JUGA:Karier Tentara Marak Titip Nama, Gatot Nurmantyo Sentil Meritokrasi TNI, Mabes Bilang Sudah Dijalankan

Kerusakan rumah pun tidak sedikit. BNPB mencatat sebanyak 44.946 rumah terdampak kerusakan. Rinciannya terdiri atas 17.176 rumah rusak berat, 9.758 rumah rusak sedang, dan 18.013 rumah rusak ringan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya