Prabowo Turun ke Kalimantan Cek Karhutla: Saya Datang Lihat Keadaan Nyata
Prabowo turun langsung ke Kalimantan untuk melihat kondisi karhutla. BNPB mencatat 198 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalbar.-Foto: Antara-
“Kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23…” kata Bulo sebelum laporannya terputus.
Setelah siaran publik berhenti, rapat Prabowo bersama jajaran kemudian dilanjutkan secara tertutup. Publik pun hanya mendapatkan potongan laporan mengenai kondisi karhutla, sementara pembahasan mengenai operasi modifikasi cuaca tidak lagi terdengar dalam siaran langsung.
Sehari sebelumnya, Jumat, 21 Agustus 2026, Prabowo sudah membagi tugas kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri untuk turun langsung menangani karhutla di empat provinsi Kalimantan yang terdampak.
“Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terpadu dan serentak,” kata Teddy melalui keterangan tertulis.
Untuk Kalimantan Barat, Prabowo menugaskan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di Kalimantan Tengah, penanganan dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo.
Sementara untuk Kalimantan Selatan, tugas diberikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali bersama Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komisaris Jenderal Muhammad Fadil Imran. Adapun penanganan di Kalimantan Timur diserahkan kepada Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Komandan Korps Brimob Polri Komisaris Jenderal Ramdani Hidayat.
Teddy mengatakan Prabowo meminta seluruh jajaran bergerak secepat dan seoptimal mungkin agar kebakaran segera dikendalikan. Pemerintah berharap masyarakat di wilayah terdampak bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
“Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Teddy.
Masalahnya, karhutla bukan sekadar soal siapa yang datang membawa helikopter, siapa yang memimpin operasi, atau seberapa banyak pejabat yang turun ke lapangan. Kalau setiap tahun hutan kembali terbakar, titik panas kembali bermunculan, dan asap kembali menjadi langganan, pertanyaan besarnya tentu bukan lagi siapa yang memadamkan api.
Pertanyaannya adalah kenapa api selalu punya alasan untuk kembali.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-