AHY Bilang Posisi Demokrat Boleh Banting Setir, Asal Komitmen Demokrasi Jangan Ikut Belok
Golkar menangkap sinyal AHY siap maju Pilpres 2029 dari pidatonya soal kekuasaan. Demokrat tak membantah, tapi menyebutnya sebagai pengingat kader.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menganggap perubahan posisi partainya dalam pemerintahan sebagai hal yang lumrah. Maklum, dalam politik Indonesia, duduk di kursi oposisi dan kemudian pindah ke bangku koalisi bukan sesuatu yang asing.
AHY mengatakan Demokrat sudah melewati berbagai babak dalam politik nasional. Partai yang dipimpinnya itu pernah menjadi bagian dari pemerintahan selama 10 tahun, kemudian berada di luar pemerintahan, dan kini kembali masuk ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Demokrat telah mengalami berbagai fase dalam perjalanan politik nasional, mulai dari menjadi bagian dari pemerintahan selama 10 tahun, berada di luar pemerintahan, hingga kembali menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan Partai Demokrat,” kata AHY dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 3 September 2026.
AHY menyampaikan pandangan tersebut saat membuka sarasehan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-25 Partai Demokrat di Auditorium Yudhoyono, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Menurut AHY, berpindah posisi dalam peta kekuasaan tidak semestinya membuat Demokrat kehilangan pegangan. Dia menegaskan demokrasi tetap menjadi salah satu agenda utama perjuangan partai, bersama upaya memajukan ekonomi dan menegakkan keadilan.
BACA JUGA:MBG Lagi-Lagi Bikin Geger, 566 Orang Diduga Keracunan di Sidoarjo, 88 Masih Dirawat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengatakan demokrasi bukanlah garis finis. Demokrasi, menurut dia, merupakan jalan yang harus ditempuh untuk membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Karena itu, kebebasan tetap harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan konstitusi. AHY juga menilai generasi muda perlu diberi ruang lebih besar untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi.
Memasuki usia seperempat abad, AHY mengajak kader Demokrat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menulis babak baru perjalanan partai. Dia ingin Demokrat semakin dekat dengan rakyat, tetap relevan menghadapi perubahan zaman, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia.
“Jadi, posisi boleh berubah. Tetapi komitmen terhadap demokrasi tidak boleh berubah,” tutur AHY.
BACA JUGA:Kantor GRIB Jaya Terbakar Dini Hari, Charger HP Jadi Tersangka Utama
Bagi AHY, perubahan zaman tidak mungkin dilawan dengan cara pura-pura tidak berubah. Demokrat, kata dia, harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Karena itu, refleksi perjalanan selama 25 tahun diperlukan bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi juga untuk menentukan langkah menghadapi tantangan politik berikutnya.
AHY juga mengatakan Demokrat tidak cukup hanya mencari pengakuan atas keberadaannya. Kritik yang membangun justru diperlukan agar partai bisa mengevaluasi diri dan membaca kebutuhan masyarakat dengan lebih baik.
“Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat,” ucapnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-