Kontroversi Perkataan Ulta Viral soal Enam Gunung, Berikut Profil dan Latar Belakang Anak Buah Prabowo

Kontroversi Perkataan Ulta Viral soal Enam Gunung, Berikut Profil dan Latar Belakang Anak Buah Prabowo

Kontroversi Perkataan Ulta Viral soal Enam Gunung, Berikut Profil dan Latar Belakang Anak Buah Prabowo-https://www.instagram.com/leveenia/-https://www.instagram.com/leveenia/

SEMARAKNEWS.CO.ID - Nama Ulta Levenia Nababan menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai erupsi enam gunung api di Indonesia dalam waktu berdekatan beredar luas. Ulta mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain dan menyinggung HAARP dalam pembahasan tersebut.

Dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, Ulta menyebut dirinya memiliki dugaan mengenai adanya “orkestrasi”. Ia menyampaikan angka 73,5 persen saat menjelaskan kecurigaannya. Pernyataan itu merupakan pandangan Ulta dan belum menjadi bukti bahwa erupsi enam gunung berkaitan dengan campur tangan pihak asing.

BACA JUGA:Aktivitas Anak Krakatau Menurun Hari ini, Mengapa Erupsi Susulan Masih Bisa Terjadi?

Ulta bukan orang baru dalam isu keamanan dan geopolitik. Berdasarkan profil profesionalnya, ia pernah menjadi peneliti di Research Center for Terrorism and Security serta Senior Researcher di Center of Terrorism and Radicalism Studies. Kedua pengalaman itu berlangsung sebelum ia masuk ke lingkungan pemerintahan.

Pada 2018, Ulta juga tercatat menjadi interim researcher untuk Nonviolent Peaceforce di Cotabato, Filipina Selatan. Ia mengaku melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan sejumlah aktor dari kelompok pemberontak setelah Krisis Marawi. Riset tersebut menghasilkan laporan tentang ancaman terorisme dan kondisi pascakonflik.

Dari sisi pendidikan, Ulta meraih gelar sarjana Political Science and Government dari Universitas Indonesia. Ia kemudian mengikuti program Military Security Policy and Strategy di IHEDN, Prancis, pada 2019, serta menempuh MA Security, Terrorism, Insurgency di University of Leeds pada 2022-2023.

BACA JUGA:22 Tahun Kasus Munir Mandek, Kini Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Pelaku Malah Dapat Diskon Hukuman

Pengalaman profesionalnya juga mencakup analisis perkembangan Islamic State di Filipina dan jaringan Islamic State East Asia. Ia pernah menulis serta berkontribusi dalam kajian terorisme, konflik, dan geopolitik Asia Tenggara.

Kini, Ulta tercatat sebagai Senior Expert atau Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden sejak November 2025. Posisi tersebut membuat pernyataannya memperoleh perhatian lebih besar. Meski demikian, hubungan HAARP dengan erupsi gunung tetap merupakan dugaan dalam pernyataan Ulta, bukan kesimpulan ilmiah yang telah dibuktikan.

Pernyataan tentang HAARP muncul ketika aktivitas erupsi beberapa gunung sedang menjadi perhatian publik. Ulta mengaku menghubungkan rangkaian peristiwa tersebut dengan dinamika geopolitik dan pengalaman yang ia peroleh dari diskusi maupun perjalanan di kawasan ASEAN, Papua, dan Kalimantan.

BACA JUGA:Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru

Profil profesional Ulta menjelaskan mengapa latar belakangnya banyak dikaitkan dengan isu keamanan. Namun, rekam jejak riset dan jabatan di KSP tidak otomatis membuktikan dugaan mengenai penyebab erupsi. Informasi tersebut perlu dibedakan dari penjelasan ilmiah mengenai aktivitas gunung api.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya