Begini Cara Pemerintah Tangani Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau erupsi dan sebar abu vulkanis. Begini langkah pemerintah menangani dampak erupsi di sejumlah wilayah terdampak.-Foto: Instagram @sufmi.dasco-
Di Banten, pemerintah memilih berjaga-jaga dari sisi kesehatan. Seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga medis disiagakan untuk menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanis. Banten memang termasuk wilayah yang terkena dampak cukup parah.
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat, balai kekarantinaan, hingga pos kesehatan diminta mengaktifkan layanan siaga selama 24 jam.
“Disesuaikan dengan tingkat risiko daerah masing-masing,” katanya dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Abu vulkanis bukan sekadar debu yang bikin kaca rumah kotor atau kendaraan harus dicuci lebih sering. Di dalamnya terdapat partikel kasar hingga sangat halus serta gas iritan yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Paparan abu dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, sampai memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik.
Karena itu, fasilitas kesehatan di Banten diwajibkan memastikan stok sarana, prasarana, dan obat-obatan esensial tetap tersedia. Mulai ambulans, tabung oksigen, obat bronkodilator, inhaler dan spacer, cairan pembilas mata steril, hingga alat pelindung diri untuk tenaga medis.
Tenaga kesehatan juga diminta melakukan pemantauan harian terhadap kemungkinan lonjakan kasus gangguan pernapasan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis.
Jawa Barat pun ikut pasang kuda-kuda. Gubernur Dedi Mulyadi meminta fasilitas kesehatan di wilayahnya bersiaga karena sebagian wilayah Jawa Barat turut terdampak abu vulkanis.
Dinas kesehatan diperintahkan memastikan tenaga medis, ambulans, dan alat pelindung diri tersedia. Sementara dinas lingkungan hidup diminta memantau kualitas udara, terutama parameter PM2,5 dan PM10, lalu menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat secara berkala.
“Saya memerintahkan seluruh kepala perangkat daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi, serta segera melaporkan peningkatan kasus kesehatan, gangguan pelayanan, keterbatasan logistik, dan kebutuhan dukungan kepada pimpinan atau posko penanganan,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Di Lampung, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengatakan pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus potensi dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas udara.
Kondisi udara di Bandar Lampung bahkan sudah masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi sulfur dioksida tercatat mencapai 212 hingga 224 µg/m³.
“Masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan hingga menggunakan masker bila harus keluar rumah,” ujar Jihan.
Dari sisi kegempaan dan potensi tsunami, BMKG juga ikut memasang mata. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan lebih dari 20 seismograf dan 20 tsunami gauge telah disiagakan di sekitar Selat Sunda.
Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi anomali muka air laut sekaligus mengantisipasi kemungkinan flank collapse atau longsoran tubuh gunung. Jika terjadi, fenomena tersebut berpotensi memicu tsunami besar.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-