Begini Cara Pemerintah Tangani Erupsi Gunung Anak Krakatau

Begini Cara Pemerintah Tangani Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau erupsi dan sebar abu vulkanis. Begini langkah pemerintah menangani dampak erupsi di sejumlah wilayah terdampak.-Foto: Instagram @sufmi.dasco-

“Namun sampai saat ini, belum ditemukan kenaikan muka air laut,” katanya.

Masalahnya, bencana di Indonesia sering kali membuat pemerintah terlihat sibuk setelah kejadian berlangsung. Ketika gunung sudah erupsi, baru armada dikerahkan. Ketika abu sudah menyebar, baru kualitas udara dipantau. Ketika masyarakat mulai batuk-batuk, fasilitas kesehatan baru diperintahkan siaga.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Danny Hilman Natawidjaja menilai pola semacam itu menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Indonesia. Menurut dia, tindakan pemerintah lebih banyak bersifat reaktif ketimbang preventif.

Padahal mitigasi semestinya dimulai jauh sebelum gunung menunjukkan tanda-tanda bahaya. Penelitian dan monitoring harus dilakukan secara mendalam agar pemerintah punya dasar kuat dalam menyusun kebijakan, termasuk tata ruang berbasis risiko.

“Hasil penelitian itu bisa digunakan untuk membuat penataan tata ruang yang berbasis risiko,” katanya.

Danny justru menilai dukungan pemerintah terhadap penelitian dan monitoring saat ini semakin lemah. Menurut dia, dulu urusan vulkanologi ditangani direktorat tersendiri di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekarang, urusan tersebut hanya menjadi salah satu divisi di bawah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Menurut Danny, perubahan tersebut berpengaruh terhadap sumber daya manusia, anggaran, serta intensitas penelitian. Jika kondisi ini dibiarkan, dia khawatir Indonesia akan semakin kesulitan melakukan mitigasi bencana dalam lima tahun mendatang.

Padahal Indonesia tinggal di kawasan Ring of Fire. Gunung api bukan tamu yang datang sesekali, melainkan penghuni tetap yang sejak dulu punya kebiasaan membuat manusia panik.

Presiden Prabowo Subianto pun akhirnya bicara soal anggaran. Menurut dia, dana untuk mitigasi bencana harus ditambah secara signifikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Jadi, untuk sementara pemerintah sudah menyemprot abu, menyiagakan rumah sakit, memasang alat pemantau, dan mengingatkan warga memakai masker. Semua itu penting. Tetapi pertanyaan yang lebih besar justru bukan apa yang dilakukan setelah Gunung Anak Krakatau erupsi, melainkan apakah pemerintah benar-benar mau membangun sistem mitigasi sebelum bencana berikutnya kembali mengetuk pintu.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya