200 Juta Rekening Dibuka, Warga Dapat Saldo Rp50 Ribu, Ekonom Sentil Pemerintah Jangan Cuma Kejar Angka!

200 Juta Rekening Dibuka, Warga Dapat Saldo Rp50 Ribu, Ekonom Sentil Pemerintah Jangan Cuma Kejar Angka!

Pemerintah siapkan 200 juta rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu. Ekonom ingatkan inklusi keuangan tak cukup diukur dari jumlah rekening.-Foto: Antara-

“Yang menarik dari kebijakan ini sebenarnya bukan saldo Rp50 ribunya. Yang lebih fundamental adalah gagasan bahwa ketika seseorang memasuki usia dewasa dan memperoleh identitas sebagai warga negara, ia sekaligus memperoleh pintu masuk ke sistem keuangan dan sistem pembayaran nasional,” ujar Fakhrul.

Pandangan serupa disampaikan Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan. Ia mengingatkan bahwa rekening baru tidak serta-merta meningkatkan literasi dan aktivitas keuangan jika dana bantuan sosial yang masuk langsung ditarik seluruhnya oleh nasabah.

“Ukuran keberhasilan seharusnya bukan jumlah rekening yang dibuka, melainkan tingkat rekening aktif, saldo rata-rata, frekuensi transaksi, dan peningkatan literasi serta penggunaan layanan keuangan setelah 1–2 tahun,” kata Trioksa.

Dengan kata lain, rekening yang hanya dibuka untuk menerima saldo awal lalu ditinggalkan jangan buru-buru dianggap sebagai bukti inklusi keuangan. Sebab, rekening yang menganggur tetaplah rekening yang menganggur, meski jumlahnya mencapai ratusan juta.

Di tengah kritik tersebut, BRI dan BSI tetap optimistis terhadap potensi program ini. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai bertambahnya masyarakat yang memiliki rekening bank dapat memperkuat inklusi keuangan nasional.

Anggoro mengatakan BSI akan terus meningkatkan literasi dan penetrasi layanan keuangan kepada masyarakat. Ia berharap nasabah dapat menggunakan dana secara bijak, termasuk menyisihkan sebagian untuk kebutuhan masa depan seperti investasi emas atau persiapan ibadah haji.

“BSI memiliki sejumlah produk perencanaan keuangan yang menyokong literasi keuangan. Produk tersebut adalah kepemilikan tabungan emas dan tabungan haji muda yang keduanya dapat diangsur mulai dari Rp50 ribu,” kata Anggoro dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perluasan akses perbankan harus dibarengi edukasi dan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat perlu memahami manfaat layanan perbankan sekaligus semakin terbiasa menggunakan transaksi digital.

“Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” kata Hery.

Ia berharap kepemilikan rekening dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk menikmati layanan keuangan yang lebih luas. Mulai dari transaksi dan pembayaran, menabung, menerima program pemerintah, hingga mengakses produk keuangan sesuai kebutuhan dan profil masing-masing nasabah.

Pada akhirnya, tantangan terbesar program ini bukan terletak pada kemampuan pemerintah menghitung sampai 200 juta. Tantangannya adalah memastikan rekening tersebut tidak sekadar menjadi tempat saldo awal mengendap, melainkan benar-benar digunakan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya