Tujuh Gunung di Jatim Dibakar Api, Ulah Manusia Lagi-Lagi Jadi Tersangka

Tujuh Gunung di Jatim Dibakar Api, Ulah Manusia Lagi-Lagi Jadi Tersangka

Tujuh gunung di Jawa Timur terbakar sepanjang musim kemarau. Bromo, Ijen, Raung hingga Argopuro terdampak, diduga akibat ulah manusia.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Musim kemarau belum selesai, tetapi daftar gunung di Jawa Timur yang kebakaran sudah seperti daftar tempat wisata yang gagal menikmati musim liburan. Tujuh gunung dilaporkan terdampak kebakaran hutan dan lahan, yakni Gunung Bromo, Semeru, Raung, Ijen, Argopuro, Butak, dan Lemongan.

Api kembali muncul di kawasan Bromo pada Kamis malam, 10 September 2026. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Ngadisari, Probolinggo. Pemerintah pun mengerahkan helikopter waterbombing untuk membantu operasi pemadaman dari udara.

“Helikopter waterbombing sudah dikerahkan untuk operasi udara pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Isnugroho, pada Jumat, 11 September 2026.

Pada malam yang sama, Gunung Lemongan di Lumajang juga dilaporkan terbakar. Api menghanguskan sekitar lima hektare lahan sebelum berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.

“Pagi tadi sudah kami cek ulang untuk memastikan tidak ada titik api atau tunggak yang masih membara,” ujar Isnugroho.

BACA JUGA:BNN Minta Vape Dilarang Total, Dalihnya Zat Berbahaya Makin Merajalela

Kebakaran juga sempat dilaporkan terjadi di Gunung Butak, yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Blitar. Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur, Dewanto, memantau upaya penanganan kebakaran di kawasan tersebut pada Minggu, 6 September 2026.

Di sisi lain, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur turut menerima laporan titik api di kawasan yang berada dalam pengawasannya. Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, menyebut suaka margasatwa dataran tinggi Yang atau pegunungan Argopuro serta cagar alam kawah Ijen menjadi bagian dari kawasan yang dipantau.

Ijen menjadi salah satu lokasi yang masih membutuhkan penanganan. Petugas melakukan mopping up atau pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Ya, setelah api dipadamkan, rupanya pekerjaan belum bisa langsung diberi tanda selesai.

“Di Ijen masih proses penanganan, mopping up atau pendinginan. Semoga tidak ada titik api yang muncul lagi,” ujar Nur.

Kebakaran di Gunung Argopuro terjadi di sisi timur kawasan Cikasur, yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Jember. Berdasarkan informasi BPBD Jawa Timur, sekitar tujuh hektare lahan terdampak. Luas pasti kawasan yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Penyebab kebakaran Argopuro belum dapat dipastikan. Nur mengatakan petugas menemukan beberapa jerat satwa sebelum memasuki kawasan. Indikasi keberadaan pendaki liar dan kemungkinan bekas api unggun juga masih menjadi bagian dari penyelidikan.

BACA JUGA:Data Bansos Amburadul, BPS Akui 23 Persen Salah Sasaran

“Nanti setelah padam semua akan kami analisis,” ujarnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya