Prabowo Sentil Pakar yang Mengkritik, Al-Qur’an Ikut Diseret ke Panggung PAN

Prabowo Sentil Pakar yang Mengkritik, Al-Qur’an Ikut Diseret ke Panggung PAN

Prabowo menyentil pakar yang mengkritiknya dan mengutip Al-Baqarah Ayat 191 saat bicara kejujuran intelektual dalam HUT ke-28 PAN.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto mengutip Al-Qur’an ketika menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional. Di tengah pembicaraan soal cita-cita politik dan kritik para pakar, Prabowo membawa-bawa Surah Al-Baqarah Ayat 191 yang memuat frasa tentang fitnah.

Pidato itu awalnya terdengar seperti pembicaraan klasik soal cita-cita politik. Prabowo mengatakan partai-partai politik pada dasarnya memiliki nilai dan tujuan yang kurang lebih sama, yakni menciptakan Indonesia yang adil dan makmur serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia kemudian mengaitkan cita-cita tersebut dengan perjalanan hidupnya. Prabowo mengatakan keinginannya adalah melihat rakyat Indonesia hidup sejahtera tanpa harus berhadapan dengan persoalan mendasar seperti kelaparan, kesulitan memperoleh pengobatan, maupun kekurangan gizi.

Menurut Prabowo, keinginan tersebut bukan barang baru yang muncul setelah dirinya berada di Istana. Ia menyebut cita-cita itu sudah menjadi bagian dari sumpah perjuangannya sejak masih muda.

Namun, suasana pidato kemudian berbelok ketika Prabowo mulai menyinggung para pakar yang mengkritik pemerintahannya. Ia menyatakan kritik tersebut tidak selalu didasarkan pada kebenaran.

BACA JUGA:Isu Perselingkuhan Andre Taulany, Amanda Rigby hingga Dewi Gita Ikut Terseret Masalah ini

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya, saking pintarnya menjadi goblok,” ucap Prabowo di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, 18 September 2026, dikutip dari siaran langsung YouTube PAN TV.

Prabowo tidak menjelaskan siapa saja pakar yang dimaksud. Ia hanya menekankan bahwa orang yang memiliki kapasitas intelektual seharusnya tetap mengedepankan kejujuran ketika menyampaikan pendapat.

Di titik itulah ayat Al-Qur’an ikut masuk ke dalam pidato. Prabowo mengatakan dirinya mengingat sebuah hadis tentang fitnah sebelum kemudian merujuk Surah Al-Baqarah Ayat 191. Dalam terjemahan yang tersedia, ayat tersebut memuat pernyataan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. 

“Kalau tidak salah ada hadis, ya, yang bunyinya, ‘Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.’ Betul ada, ya? Surah Al-Baqarah Ayat 191, ‘Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,’” tutur Prabowo.

Persoalannya, ayat yang dikutip Prabowo sebenarnya hadir dalam konteks pembicaraan tentang peperangan, pengusiran, dan tindakan terhadap kelompok yang memerangi kaum Muslim. Teks lengkap Al-Baqarah Ayat 191 juga memuat bagian tentang larangan berperang di Masjidilharam kecuali pihak lawan lebih dahulu memerangi di tempat tersebut. 

BACA JUGA:Insiden Cepirit di HYROX Beijing Ramai Diperbincangkan, Dokter Jelaskan Risiko Kontaminasi Feses

Terlepas dari konteks ayat tersebut, Prabowo menggunakan bagian tentang fitnah untuk menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan tudingan atau kritik. Ia kemudian mengarahkan pesannya kepada mereka yang memiliki kepakaran dan kemampuan intelektual.

“Kalau dia sadar saya maafkan. Tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, kejujuran intelektual,” ucapnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler