Limbah Sawit Disulap Jadi Bioavtur, Mahasiswa Prasetiya Mulya Buktikan Sampah Bisa Terbang!
Harga TBS Sawit Naik Lagi, CPO dan Kernel Ikut Menguat-Foto: dok. buttmkp.karantina.pertanian.go.id-
Bagi anak muda yang ingin masuk ke dunia energi terbarukan dan keberlanjutan, jalur penerimaan mahasiswa Program Studi Renewable Energy Engineering menawarkan pengalaman belajar yang diarahkan pada kebutuhan industri energi masa depan.
Riset bioavtur tersebut rupanya tidak berhenti sebagai tugas akhir. Rekam jejak akademik Gizky turut mengantarkannya meraih Global Korea Scholarship atau GKS, beasiswa penuh dari Pemerintah Korea Selatan. Ia akan melanjutkan pendidikan magister di Gyeongsang National University, Korea Selatan.
Di bangku magister, Gizky tetap membawa material ZIF-67. Hanya saja, kali ini ia akan menggunakannya untuk bidang yang berbeda, yakni teknologi carbon capture.
Ia berencana meneliti pemanfaatan material tersebut untuk menangkap karbon dioksida atau CO₂ sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan begitu, riset yang bermula dari limbah sawit tidak berhenti pada urusan membuat bahan bakar pesawat, tetapi berlanjut ke teknologi penangkapan karbon.
Bioavtur dan carbon capture akhirnya menjadi dua bab dalam perjalanan Gizky menekuni energi bersih. Dari limbah sawit yang selama ini dipandang sebelah mata, ia menemukan bahan penelitian. Dari laboratorium kampus, risetnya berlanjut ke BRIN dan kemudian membawanya menuju Korea Selatan.
Barangkali memang begitulah nasib limbah. Kadang bukan barangnya yang tak berguna, melainkan manusia yang belum menemukan cara untuk membuatnya bernilai.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-