Dua Tahun Prabowo-Gibran, Harga Pangan Mencekik, Lapangan Kerja Masih Bikin Waswas
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, harga pangan dan lapangan kerja masih menjadi sorotan. Survei Celios mencatat tekanan ekonomi rumah tangga.-Foto: Antara-
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Syafruddin Karimi juga menilai penurunan pengangguran sebagai capaian penting, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kualitas pasar kerja membaik. Struktur ketenagakerjaan Indonesia masih ditandai oleh besarnya jumlah pekerja informal.
BPS mencatat pekerja formal pada Februari 2026 berjumlah 59,93 juta orang, sedangkan pekerja informal mencapai 87,74 juta orang. Dengan komposisi tersebut, sebagian besar pekerja masih menggantungkan penghidupan pada pekerjaan yang kepastian pendapatan dan perlindungan sosialnya dapat lebih terbatas.
“Artinya, sekitar tiga perlima pekerja masih berada di sektor informal,” kata Syafruddin.
Rata-rata upah buruh pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp3,39 juta juga menjadi pengingat bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak berhenti pada penciptaan pekerjaan. Besaran pendapatan, produktivitas, dan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan hidup menjadi bagian penting dari persoalan tersebut.
Menurut Syafruddin, pasar kerja baru dapat dikatakan semakin kokoh apabila penyerapan tenaga kerja bergerak dari pekerjaan untuk sekadar bertahan hidup menuju sektor formal yang produktif, memberikan upah layak, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan demikian menghadirkan dua gambaran yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, jumlah penduduk bekerja bertambah dan tingkat pengangguran terbuka menurun. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok masih menjadi keluhan utama, mayoritas responden survei Celios menilai kondisi ekonomi rumah tangganya memburuk, dan pekerjaan informal masih mendominasi pasar kerja.
Bagi Ratih, seluruh indikator itu pada akhirnya bermuara pada hitungan sederhana di meja produksi. Berapa harga telur yang harus dibayar, berapa biaya bahan baku yang mesti ditanggung, dan berapa keuntungan yang tersisa setelah kue terjual. Ketika harga terus menekan sementara pelanggan juga berhitung, pertumbuhan ekonomi belum tentu terasa sebagai perbaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-